"Update" Banjir dan Longsor Sumut: 37 Orang Tewas, 52 Hilang

2026-01-12 05:35:50
MEDAN, - Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan data terbaru terkait korban banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara sejak tiga hari terakhir. Total korban tewas mencapai 37 orang.Menurut data terbaru dari Polda Sumut, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatatkan jumlah korban tewas terbanyak mencapai 17 orang.Diikuti Kota Sibolga dengan 8 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 4 orang, Humbang Hasundutan 4 orang, Pakpak Bharat 2 orang, dan Nias Selatan 1 orang.Baca juga: Korban Banjir dan Longsor Sumut Bertambah: 32 Orang Meninggal, Ribuan MengungsiSementara itu, BPBD Padangsidimpuan melaporkan satu orang tewas di wilayahnya.Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengungkapkan, selain jumlah korban tewas, sebanyak 52 orang warga masih dalam pencarian."Sementara itu, 1.168 warga tercatat mengungsi di berbagai lokasi," ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya.Ferry menambahkan, banjir dan longsor juga melanda Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, dan Kota Medan.Dalam upaya penanganan, Polda Sumut mengerahkan 1.030 personel gabungan dari berbagai satuan, termasuk Satwil, Dit Samapta, Sat Brimob, Bid TIK, dan Biddokkes.Dia menegaskan, data yang dirilis merupakan update sementara, mengingat beberapa wilayah masih belum dapat menyampaikan laporan lengkap akibat hujan deras yang merata di banyak titik dan terhambatnya akses lapangan."Data ini bersifat sementara. Beberapa wilayah seperti Medan, Deli Serdang, dan sejumlah daerah lainnya belum dapat melaporkan kondisi secara menyeluruh karena hujan tidak berhenti dan beberapa akses masih terputus. Polda Sumut akan terus memperbarui data secara berkala," jelasnya.Ferry juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai."Kami meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Bila situasi mengancam keselamatan, segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman atau menuju posko darurat terdekat," tutup Ferry.


(prf/ega)