Pramono Ajak REI DKI Bangun TOD di Tengah Tekanan Fiskal Rp 15 Triliun

2026-01-13 09:19:23
Pramono Ajak REI DKI Bangun TOD di Tengah Tekanan Fiskal Rp 15 Triliun
JAKARTA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memasuki babak baru dalam merealisasikan visi Jakarta sebagai kota global, dengan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi erat dengan sektor properti.Dalam acara pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta masa bakti 2025–2028, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara eksplisit mengajak REI untuk menjadi mitra kunci dalam tiga pilar transformasi kota.Dalam sambutannya di Balai Kota, Kamis , Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa pembangunan Jakarta harus berlanjut tanpa kompromi terhadap kualitas, meskipun daerah menghadapi tekanan fiskal signifikan akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 15 triliun.Baca juga: Rusun Subsidi Dibangun di Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan ManadoUntuk menjaga momentum pembangunan, Pemprov DKI fokus pada tiga pilar utama yakni pemanfaatan teknologi untuk layanan publik yang unggul dan tata kelola kota yang efisien, dan pengembangan lingkungan yang mandiri, layak huni, dan berorientasi manusia, berfokus pada kualitas hidup keluarga.Kemudian mengintegrasikan hunian, komersial, dan transportasi publik untuk menciptakan mobilitas efisien dan mengurangi kemacetan.“Kita tidak boleh berhenti atau mengeluh. Jakarta akan terus dibangun dengan standar yang sama. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan swasta, BUMN, BUMD, hingga mitra internasional,” tegas Pramono.Ketua DPD REI DKI Jakarta yang baru dikukuhkan, Arvin F Iskandar, menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapan sektor swasta untuk terjun langsung ke dalam proyek-proyek strategis.REI DKI Jakarta menargetkan sinergi penyediaan hunian vertikal terjangkau dengan mendukung program Self Sufficient Neighbourhood (SSN) dan TOD yang dapat diakses oleh masyarakat luas.Baca juga: Benarkah Jakarta-Bandung Lewat Tol Japek II Selatan hanya 45 Menit? Begini Kata Menteri PUREI DKI Jakarta juga akan berpartisipasi dalam program peremajaan kota, dan pengembangan TOD.Menurut Arvin, sektor swasta siap dilibatkan dalam pengembangan area TOD vital di Dukuh Atas, Blok M, Bundaran HI, dan Kota Tua."Ini adalah peluang besar melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang didorong Pemprov DKI, yang dapat memberikan optimisme bagi pengembang untuk memanfaatkan peluang kebijakan," imbuh Arvin.Meskipun semangat kolaborasi tinggi, REI DKI Jakarta menyoroti sejumlah kendala perizinan yang harus segera diselesaikan Pemprov DKI agar partisipasi swasta dapat maksimal.Di antaranya soal Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) yang menjadi kendala pada tahap awal perizinan yang menghambat laju pengembangan proyek.Kemudian permasalahan terkait Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun, yang sering kali menjadi momok bagi pengelolaan properti vertikal.Baca juga: Kayutangan di Malang Jadi Percontohan Penataan Kawasan Kumuh JakartaPenyelesaian kendala regulasi ini sangat penting untuk mewujudkan TOD. Pembangunan TOD yang efektif tidak hanya membutuhkan integrasi fisik (stasiun, bangunan), tetapi juga integrasi regulasi yang mempercepat proses perizinan untuk konstruksi mixed-use yang kompleks.Pramono menutup dengan pesan mengenai tanggung jawab yang diemban REI, integritas dan kepercayaan publik."Amanah ini bukan sekadar kepercayaan dari anggota REI, tetapi juga harapan besar bagi masa depan sektor properti Jakarta di kancah regional dan global," tuntasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-13 08:09