Penampakan Patung Macan Putih Viral di Kediri, Dibuat 18 Hari dengan Dana Rp 3,5 Juta

2026-01-11 14:56:33
Penampakan Patung Macan Putih Viral di Kediri, Dibuat 18 Hari dengan Dana Rp 3,5 Juta
– Sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak viral dan menyita perhatian warganet karena bentuknya yang dinilai tak lazim.Patung berwarna hitam-putih itu memiliki panjang sekitar 1,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi keseluruhan mencapai 2,5 meter termasuk pondasi.Baca juga: Pengakuan Pembuat Patung Macan di Kediri, Sengaja agar Tak Takuti Anak-anakNamun, banyak pihak menilai tampilan patung macan putih di Kediri ini jauh dari representasi harimau pada umumnya.Alih-alih terlihat gagah, wujud patung tersebut justru dianggap menyerupai gabungan beberapa hewan, seperti zebra, tapir, hingga kuda nil, sehingga memicu beragam komentar di media sosial.Meski menuai kritik, sebagian kalangan justru memandang patung itu sebagai bentuk ekspresi seni yang tidak harus tunduk pada realisme.“Kalau aliran surealis, ya suka-suka seniman pematungnya. Juga ada ekspresionisme, yang enggak melulu meniru alam,” ujar M Prastiyo, pelaku seni, Minggu .Ia menilai penilaian terhadap patung tersebut sebaiknya tidak dilepaskan dari konteks latar belakang dan tujuan pembuatannya.“Makanya perlu dicek latarbelakang dan fungsi maupun kesepakatan awal pembangunan patung tersebut,” ucap Cak Mad, sapaan akrabnya.Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menjelaskan bahwa pembangunan patung macan putih merupakan inisiatif pribadi yang telah dibahas dan disetujui melalui rapat desa.“Tujuannya adalah untuk mengangkat legenda desa sebagai ikon desa. Kebetulan desa kami ada legenda macan putih,” ujar Safi’i kepada Kompas.com, Sabtu .Ia menyebut legenda macan putih telah lama hidup secara turun-temurun melalui cerita lisan warga dan ingin diabadikan dalam bentuk visual agar mudah dikenali generasi berikutnya.Berdasarkan niat tersebut, Safi’i kemudian mencari pematung dan menunjuk seorang warga setempat yang selama ini dikenal memiliki kemampuan seni.Patung yang dibuat dari campuran besi dan semen itu mulai dikerjakan sekitar sebulan lalu dan rampung dalam waktu relatif singkat.“Namun ternyata setelah selesai, banyak mendapatkan respons dari masyarakat,” ujar Safi’i.Ia mengakui hasil akhir patung tersebut jauh dari bayangan awal yang direncanakan.


(prf/ega)