Tim SAR Stop Pencarian Korban Banjir-Longsor di Humbahas dan Taput, 1 Orang Masih Hilang

2026-01-12 23:20:34
Tim SAR Stop Pencarian Korban Banjir-Longsor di Humbahas dan Taput, 1 Orang Masih Hilang
MEDAN, - Tim SAR gabungan menghentikan pencarian korban hilang banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut).Kepala Kantor Basarnas Medan, Hery Marantika mengatakan penghentian pencarian di Taput dilakukan karena total 38 korban telah ditemukan.Korban terakhir ditemukan pada Sabtu di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting.Baca juga: Banyak yang Masih Terisolasi di Tapanuli Tengah, Kapolres : Hanya Bisa Helikopter atau Lewat Hutan"Maka kemarin korban yang terakhir, yang satu orang itu, kita temukan pukul 15.47 WIB, kemarin ya, di hari ke-10 operasi ini," ujar Hery di Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut, Senin ."Artinya, di Taput sudah kita serahkan dan kita laporkan dengan pemerintah kabupaten. Sampai ke Kabupaten, menyatakan bahwa Tapanuli dinyatakan clear. Artinya, pelaksanaan kegiatan operasi SAR dianggap selesai," jelasnya lebih lanjut. Selanjutnya Tim SAR gabungan juga menghentikan pencarian korban di Humbahas.Baca juga: Desa Nauli Sitahuis, Tapanuli Tengah yang Terisolasi dan Dikepung 10 Titik LongsorHery mengatakan di Humbahas pihaknya telah menemukan 8 korban tewas, namun satu korban lainnya hilang.Penghentian dilakukan atas dasar kesepakatan dengan Bupati Humbahas dan pihak keluarga korban"Walaupun kita tahu di situ masih ada satu korban, tapi karena memang pemerintahnya, kebijakan pemerintah dengan kesepakatan keluarga mengikhlaskan, maka personil SAR gabungan menghentikan dan kita lanjutkan pemantauan," katanya.Baca juga: Korban Banjir Pandan Tapanuli Tengah Butuh Makanan Bayi hingga Air BersihNamun bila dalam pemantauan ditemukan tanda-tanda jenazah korban, pihaknya akan kembali melakukan pencarian."Jadi Basarnas itu tidak pernah menghentikan pencarian, tetapi akan kita lanjutkan dengan yang namanya pemantauan. Akan kita buka lagi operasi ini bila mana ada tanda-tanda korban ditemukan," tandasnya.Sebelumnya banjir dan longsor menerjang 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Senin .Data data terbaru BPBD Sumut, Senin pukul 08.00, jumlah korban meninggal akibat musibah itu berjumlah 338 jiwa, 138 hilang, terluka 650 dan 42.686 mengungsi.Lokasi terparah di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan korban meninggal tercatat 110 orang, hilang 94 orang, dan luka-luka 524 orang.Lalu di Kabupaten Tapanuli Selatan. Korban meninggal 85 orang, 30 orang hilang, dan 69 orang luka-luka.


(prf/ega)