Tak Ada Barang Hilang, Polisi Duga Anak Politisi PKS di Cilegon Dibunuh, 8 Saksi Diperiksa

2026-02-07 23:38:55
Tak Ada Barang Hilang, Polisi Duga Anak Politisi PKS di Cilegon Dibunuh, 8 Saksi Diperiksa
- Kasus kematian MAHM (9), bocah yang ditemukan tewas di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa , masih menyisakan misteri.Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian menduga korban meninggal akibat pembunuhan, bukan perampokan seperti narasi yang sempat berkembang beberapa hari terakhir.MAHM diketahui merupakan putra bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon sekaligus pengusaha.Baca juga: Anak Dewan Pakar Tewas Dibunuh di Rumah Cilegon, PKS Kutuk Keras PelakuKasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yoga, mengatakan pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus kematian bocah 9 tahun tersebut. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.“Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit,” kata Yoga, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis .Ia menegaskan, laporan polisi (LP) yang dibuat Polres Cilegon juga telah mencantumkan dugaan pembunuhan.“Dari Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan pembunuhan, jadi bukan perampokan,” ujar Yoga.Polisi memastikan tidak ada barang-barang berharga yang hilang dari rumah korban. Kepastian itu diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh dan meminta keterangan dari pemilik rumah.“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ungkap Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu .Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa peristiwa ini bukan merupakan aksi perampokan.Baca juga: Misteri Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS Cilegon, Polisi Ungkap Luka yang Dialami Korban Saat peristiwa tragis itu terjadi, di dalam rumah mewah tersebut hanya ada korban dan kakaknya. Sementara kedua orang tua mereka sedang tidak berada di rumah karena bekerja.“(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan, jadi masing-masing. Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha,” jelas Sigit.Namun, kamera CCTV yang terpasang di dalam rumah tidak dapat merekam kejadian tersebut karena dalam kondisi rusak.Menurut keterangan polisi, CCTV di rumah yang berada di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, sudah tidak berfungsi selama sekitar dua pekan sebelum kejadian.Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, Maman Suherman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan, sebagaimana dilansir TribunBanten.com.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-07 21:11