JAKARTA, - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi perhatian pelaku pasar menyusul rencana perombakan besar jajaran Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan.Serangkaian pengunduran diri yang diterima manajemen pada Senin membuka fase transisi baru yang dinilai akan berdampak pada arah pergerakan saham dalam jangka pendek.Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO menyampaikan bahwa beberapa anggota manajemen inti telah mengajukan pengunduran diri, termasuk Direktur Utama Patrick Sugito Walujo.Untuk menggantikan posisi strategis tersebut, perseroan menominasikan Hans Patuwo sebagai Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) yang baru. Penetapan ini akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025.Baca juga: GOTO Masuk Fase Baru, Hans Patuwo Dinominasikan Jadi CEOSelain Patrick Sugito, Direktur Ade Mulyana juga mengundurkan diri. Dari jajaran Dewan Komisaris, Pablo Malay dan Winato Kartono turut melepas jabatannya karena alasan pribadi dan keluarga.GOTO kemudian menominasikan Andre Soelistyo dan Santoso Kartono untuk mengisi posisi Komisaris. Perubahan struktur ini menjadi bagian dari penyusunan ulang arah kepemimpinan perusahaan di tengah upaya memperkuat fundamental dan mengejar profitabilitas berkelanjutan.Di tengah dinamika manajerial tersebut, analis menilai saham GOTO masih menyimpan potensi teknikal.Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut secara tren, saham GOTO masih berada dalam fase uptrend atau bergerak naik secara konsisten. Namun, pergerakannya belum cukup kuat untuk menembus garis rata-rata bergerak 200 hari (MA200), yang menjadi level resistensi penting bagi pembentukan tren baru.“Untuk GOTO dari sisi teknikal masih berada di fase uptrendnya, namun pergerakannya masih belum mampu break dari MA200,” ujar Herditya kepada Kompas.com, Selasa .Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih melandai di area positif, mengindikasikan momentum yang mulai terbatas. Sementara itu, Stochastic berada di area negatif dan rawan memicu koreksi jangka pendek.Meski demikian, ia menilai GOTO tetap menarik untuk aksi beli spekulatif, dengan support di level Rp 60 dan resistance di Rp 67. Jika mampu menembus resistance tersebut, saham berpeluang menguat menuju target harga Rp 70 hingga Rp 73.“MACD masih melandai di area positif dengan Stochastic yang rawan koreksi di area negatif. Spec Buy - S 60 R 67 - TP 70-73,” katanya.Baca juga: Profil Hans Patuwo, Calon CEO GOTOPada penutupan perdagangan hari ini, saham GOTO bergerak mendatar. Harga saham emiten teknologi tersebut ditutup di level Rp 65, tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya.Berdasarkan data pada aplikasi perdagangan, Stockbit, GOTO sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp 66 pada awal sesi. Namun pergerakan harga kemudian kembali melemah dan bergerak fluktuatif di rentang Rp 64-65 hingga penutupan.Grafik intraday menunjukkan volatilitas tipis dengan dominasi transaksi pada kisaran Rp 65. Harga sempat turun ke level terendah Rp 64, namun kembali pulih menjelang akhir sesi.Di sisi fundamental, pengamat pasar modal, Reydi Octa, menilai bahwa pergantian jajaran Direksi dan Komisaris menempatkan GOTO ke dalam fase transisi yang dapat memicu volatilitas dalam jangka pendek.
(prf/ega)
Prospek Saham GOTO Jelang Pergantian CEO, Analis: Tren Masih Menguat Meski Uji Tekanan Teknikal
2026-01-12 04:29:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 05:11
| 2026-01-12 04:48
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 02:47










































