JIS Siapkan Nursery Rumput demi Jadi Homebase Permanen Persija

2026-01-15 13:00:56
JIS Siapkan Nursery Rumput demi Jadi Homebase Permanen Persija
JAKARTA, – Manajemen Jakarta International Stadium (JIS) menyiapkan pembangunan fasilitas pembibitan (nursery) rumput sebagai langkah strategis agar stadion tersebut benar-benar siap menjadi homebase permanen Persija Jakarta sekaligus tetap berfungsi optimal sebagai stadion multiguna.General Manager SBU Jakarta International Stadium, Shinta Syamsul Arief, mengatakan manajeman berencana membangun lebih dari satu nursery rumput untuk mendukung perawatan dan pemulihan lapangan utama.“Berkaca pada National Stadium Singapura, mereka punya empat nursery seukuran lapangan sepakbola utama,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Stasiun KRL JIS Dibuka Sebelum Tahun Baru 2026? Ini Penjelasan KCIFasilitas nursery tersebut akan difungsikan sebagai area pembibitan, penumbuhan, dan perawatan rumput cadangan. Keberadaannya diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi lapangan utama, terutama setelah JIS digunakan untuk konser musik berskala besar.Dengan sistem tersebut, manajemen menargetkan lapangan JIS sudah kembali layak menggelar pertandingan sepak bola hanya dalam waktu lima hari setelah penyelenggaraan konser.“Rencananya kami akan mengadaptasi hal tersebut agar lebih fleksibel mengatur jadwal sepak bola dan konser di JIS,” ungkap Shinta.Shinta berharap, beroperasinya nursery rumput akan memungkinkan JIS menggelar lebih banyak agenda olahraga maupun hiburan tanpa saling mengganggu.Ia menjelaskan, sejak awal JIS memang dirancang sebagai stadion multipurpose yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, baik olahraga maupun non-olahraga.Namun, tantangan muncul ketika lapangan harus kembali memenuhi standar pertandingan sepak bola setelah digunakan untuk konser besar.Di sisi lain, Shinta mengungkapkan bahwa BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mendapat penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengelola JIS secara mandiri dari sisi keuangan.Baca juga: Di Balik Megahnya JIS, Ratusan Warga Tinggal di Kontrakan Rp 300.000 Tanpa Akses Layak“Selama ini, konser-konser musisi internasional, khususnya K-Pop, jadi penopang utama pendapatan JIS,” ungkapnya.Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan JIS sebagai kandang Persija Jakarta. Karena itu, kecepatan pemasangan dan kesiapan kembali rumput menjadi faktor krusial agar konser dan pertandingan sepak bola dapat berjalan beriringan.Shinta menambahkan, manajemen JIS akan mengadopsi praktik terbaik yang diterapkan stadion-stadion besar dunia dalam pengelolaan lapangan.“Berkaca pada best practiceb yang dijalankan Singapore National Stadium maupun stadion-stadion besar lain di dunia,” tulisnya.Dengan sinergi pengelolaan agenda olahraga dan hiburan yang lebih optimal, JIS diharapkan dapat mencapai kondisi ideal.“Ia mandiri secara finansial seraya menjadi kandang yang baik untuk Persija. Ini juga untuk memenuhi harapan Jakmania yang sudah lama mendambakan klub kesayangan mereka memiliki homebase yang permanen, megah, dan membanggakan,” tambah Shinta.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 13:15