Ibadah Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Selesai, Berjalan Aman dan Lancar

2026-01-12 11:09:50
Ibadah Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Selesai, Berjalan Aman dan Lancar
Prosesi ibadah misa Natal 2025 di gereja Katedral, Jakarta Pusat, selesai dilaksanakan dalam empat sesi hari ini. Ibadah misa natal yang berjalan sejak pagi hingga malam hari ini pun terlaksana dengan aman dan lancar."Puji Tuhan akhirnya terlaksana seluruh rakaian misa hari Natal. Dari sejak malam Natal, kemudian hari Natal pada hari ini, berjalan lancar," ujar Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).Susy menyebut semua proses ibadah para umat berjalan lancar meskipun hujan deras dan angin kencang sempat menguyur serta menerpa titik lokasi ibadah misa natal yang berada di bagian luar gereja.Dia menyampaikan, jumlah umat yang datang pun begitu banyak dari empat sesi ibadah misa Natal yang terselenggara hari ini. Malahan, kata dia, untuk misa malam Natal kemarin, jumlah umat yang datang melebihi kapasitas Gereja Katedral."(Jumlah jemaat yang hadir) sesuai sih dengan ekspektasi kami. Bahkan, tampungan daya 5 ribu itu ternyata malah kurang untuk pukul 17.00 WIB malam Natal. Jadi ini juga nanti akan bisa dievaluasi bagi kami semua," ungkap Susy.Susy menjelaskan, pada misa pontifikal pagi tadi, jumlah jemaat yang hadir berkisar 3.500 jemaat. Sementara, pada sesi kedua dan ketiga jumlahnya jika ditotal juga mencapai 3.500 jemaat."Kemudian terakhir di pukul 18.00 WIB ini yang tidak terduga. Karena ternyata kurang lebih sekitar 2.000, karena mengenai gereja Plaza Maria, Graha Pemuda Lantai 1 dan 4 dan Kapel Lantai 2. Jadi kurang lebih sekitar 2.000 sampai 2.500 umat sekitar itu," kata dia."Semuanya tetap berjalan dengan lancar dan umat juga mengikuti arahan-arahan dan sehingga mereka pun bisa menuntaskan misa sampai selesai," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 11:42