- Sejumlah pihak menyoroti fasilitas Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat yang terbakar pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB.Pasalnya, kebakaran menyebabkan 22 orang yang berada di dalam gedung meninggal dunia setelah terperangkap.Dari 22 korban meninggal, RS Polri Kramat Jati Jakarta telah mengidentifikasi sepuluh jenazah pada Selasa dan Rabu .Salah satu korban meninggal adalah Novia Nurwana (28) yang sedang mengandung anak pertama.Baca juga: Bikin Pramono Anung Geram, Terra Drone Perusahaan Apa?Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, Gedung Terra Drone yang terbakar dalam kondisi disekat-sekat.Bangunan tersebut juga memiliki sedikit akses keluar sehingga para korban diduga kuat terperangkap ketika asap pekat memenuhi ruangan.Nyoman menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar korban meninggal akibat menghirup gas karbon dioksida (CO₂) saat terjebak di dalam gedung yang terbakar.Baca juga: Terungkap, Identitas 10 Korban Meninggal Kebakaran Gedung Terra Drone, 1 Ibu HamilTemuan tersebut berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan tim forensik.Ia menegaskan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih bekerja untuk mengidentifikasi korban dan memeriksa secara detail penyebab kebakaran.Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka bakar dominan pada tubuh korban yang menjadi penyebab utama kematian.“Kemungkinan karena menghirup gas karbon dioksida, CO₂. Pemeriksaan luar menunjukkan indikasi itu,” ujar Nyoman dikutip dari Antara, Selasa .Baca juga: Media Asing Soroti Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta, Ini Fakta yang DibahasHafidz Mubarak A Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kiri) meninjau lokasi gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa . Kebakaran gedung perusahaan penyedia pesawat nirawak untuk industri tersebut mengakibatkan 22 korban meninggal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menduga Gedung Terra Drone tidak memiliki fasilitas rescue ketika api melalap bangunan.Menurutnya, faktor tersebut yang membuat banyak karyawan terperangkap lalu meninggal dunia akibat kebakaran.Pramono juga menyebutkan, Gedung Terra Drone tidak dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat walaupun dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan hidran.Padahal, lanjut Pramono, tingkat risiko Gedung Terra Drone terbilang tinggi karena di dalam kantor terdapat aktivitas penjualan dan penyimpanan baterai litium drone.
(prf/ega)
Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas Rescue
2026-01-12 06:46:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:09
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:53
| 2026-01-12 04:37










































