Prediksi BMKG: Seluruh Pulau Jawa Masuki Puncak Musim Hujan pada Januari 2026

2026-02-02 16:32:09
Prediksi BMKG: Seluruh Pulau Jawa Masuki Puncak Musim Hujan pada Januari 2026
JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi di seluruh Pulau Jawa pada Januari 2026.Selain Pulau Jawa, puncak musim hujan juga diperkirakan terjadi di Sumatera bagian selatan, Bali, Papua bagian selatan, hingga Sulawesi Selatan."Khusus di Sumatera bagian selatan kemudian di seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga di Papua bagian selatan serta sebagian dari Sulawesi Selatan itu puncak musim hujan adalah pada bulan Januari 2026," jelas Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers virtual bersama BNPB, Senin .Baca juga: Kenapa Curah Hujan Meningkat di Akhir Tahun 2025? Ini Kata Kepala BMKG Faisal menuturkan, secara umum curah hujan di Indonesia termasuk normal kecuali pada bulan Januari di sebagian Pulau Jawa terutama Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara."Itu kondisinya sedikit di atas normal untuk sifat hujannya, jadi lebih tinggi dari rata-rata curah hujan selama 30 tahun terakhir, tapi selebihnya itu kira-kira hampir sama dengan kondisi curah hujan selama rata-rata 30 tahun terakhir," ujar Faisal.Setelah itu, beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera, pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan juga sebagian Jambi akan mulai memasuki musim kemarau pada Februari 2026."Pada daerah Sumatera, di pesisir timur dari Aceh, Sumatera Utara kemudian Riau dan juga sebagian Jambi itu sudah mulai memasuki musim kemarau karena khusus di daerah ekuator itu mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau," ujar Faisal.Baca juga: BNPB Sebut Curah Hujan yang Sebabkan Aceh Banjir, Tertinggi dalam 6 Tahun TerakhirDalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk menaruh perhatian serius terhadap peringatan dini yang disampaikan BMKG.Permintaan ini disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas pada Sabtu pagi, sebelum berangkat mengunjungi korban bencana banjir di Langkat, Sumatera Utara (Sumut)."Kemudian masalah komunikasi juga diperhatikan, termasuk peringatan dini dari BMKG untuk beberapa daerah yang mungkin di Natal dan tahun baru ini akan mengalami peningkatan curah hujan untuk menjadi perhatian," kata Prasetyo, Sabtu.Baca juga: BMKG Waspadai Hujan Lebat Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2026, di Mana Saja?Prasetyo menyampaikan, agenda ratas itu salah satunya memang membahas persiapan Natal dan Tahun Baru.Selain masalah cuaca, Kepala Negara ingin agar bahan bakar minyak (BBM) dan bahan makanan tersedia selama momen libur panjang tersebut."Beliau juga ingin memastikan kesediaan bahan bakar di seluruh Indonesia. Termasuk kesediaan bahan-bahan makanan, bahan pokok, diminta untuk menjaga kestabilan masyarakat yang akan merayakan Natal dan tahun baru," ucap Prasetyo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 15:12