Surabaya - Surabaya kembali menorehkan catatan positif dalam pembangunan berbasis masyarakat. Program “Kampung Pancasila” yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sejak 11 Agustus 2025, tak hanya mampu mendorong partisipasi warga dalam pembangunan, tetapi juga menarik perhatian nasional sebagai model pemberdayaan berbasis nilai luhur bangsa.Program ini telah diterapkan di 1.360 RW di Kota Pahlawan, dan dinilai sukses oleh berbagai kalangan. Salah satunya, Guru Besar IPDN Prof Muhadam Labolo yang menyebut gerakan ini sebagai bentuk pelembagaan nilai Pancasila dalam praktik kehidupan warga sehari-hari.“Kampung Pancasila mencerminkan miniatur Indonesia di Surabaya. Program ini diterapkan melalui empat pilar utama yang mencerminkan Lima Sila secara praktis,” ujarnya, Senin .AdvertisementProf Muhadam menyebut empat pilar tersebut mencakup lingkungan (kesadaran memilah sampah), ekonomi (penguatan 385.054 UMKM), sosial budaya (aktivitas gotong royong), dan kemasyarakatan (penyelesaian persoalan internal dan keamanan berbasis warga).RW Gundih dan Tambakrejo jadi Model Praktik
(prf/ega)
Gerakan Kampung Pancasila Surabaya Raih Apresiasi Nasional, jadi Contoh Pembangunan Partisipatif
2026-01-12 04:44:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:00
| 2026-01-12 04:22
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:09
| 2026-01-12 02:44










































