JAKARTA, - Alim Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat yang hasilnya menyatakan tidak adanya pemakzulan ataupun pengunduran diri Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari kursi Ketua Umum PBNU.Rapat tersebut digelar di Kantor PBNU, Jakarta, pada Minggu malam."Sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini,” kata Khatib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, dalam konferensi pers.Baca juga: Ini Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang Minta Gus Yahya MundurDalam kesempatan tersebut, Ahmad menjelaskan bahwa pergantian ketua umum hanya dapat dilakukan lewat Muktamar NU.Hal tersebut, kata Ahmad, telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PBNU."Kalau ada pergantian, itu majelis yang paling tinggi dan terhormat adalah Muktamar Nahdlatul Ulama. Dan itu diatur di dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan peraturan perkumpulan," jelas Ahmad.Rapat Alim Ulama PBNU itu juga bersepakat adanya silaturahmi yang lebih besar antara jajaran PBNU dengan para kiai.Baca juga: Tangkis Desakan Mundur, Gus Yahya Ajak PBNU Merujuk ke AD/ARTPara alim ulama ingin seluruh jajaran PBNU melakukan renungan atau tafakur demi kebaikan organisasi, masyarakat, dan Indonesia."Jadi bagaimana ini kita sudah menjadi konsumsi publik ada masalah. Tapi ini semua sepakat," ujar Ahmad.Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya menyatakan bahwa rapat harian Syuriyah PBNU tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum untuk memberhentikan dirinya dari jabatan Ketua Umum PBNU."Sehingga tidak bisa, misalnya, rapat harian Syuriyah itu memberhentikan siapa pun. Memberhentikan pengurus lembaga saja tidak bisa, apalagi mandataris," ujar Gus Yahya.Berdasarkan hal tersebut, Gus Yahya mengatakan bahwa hasil rapat harian itu tidak bisa dieksekusi karena tidak mengikat seluruh jajaran di PBNU."Maka apa yang sebagai keputusan rapat harian Syuriyah beberapa hari yang lalu, ya tidak bisa dieksekusi, tidak bisa mengikat, dan tidak akan ada ujungnya," ujar Gus Yahya.Baca juga: Internal Kursi Pimpinan Memanas, Ini Daftar Ketua Umum PBNU Sejak 1926/Syakirun Ni'am Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).Diketahui, Gus Yahya di kursi Ketua Umum PBNU tengah diterpa isu pencopotan setelah beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU.Dalam surat yang beredar, rapat harian Syuriyah PBNU digelar pada Kamis . Rapat tersebut dihadiri 37 dari 53 orang pengurus Harian Syuriyah.
(prf/ega)
Hasil Rapat Alim Ulama PBNU: Tidak Ada Pemakzulan, Tak Ada Pengunduran Diri
2026-01-12 06:35:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 05:48
| 2026-01-12 05:36
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 04:30










































