Warga Serang Ingin Jalur KRL Diperpanjang, Sering Ketinggalan Kereta dan Menginap di Stasiun Rangkasbitung

2026-01-13 01:15:55
Warga Serang Ingin Jalur KRL Diperpanjang, Sering Ketinggalan Kereta dan Menginap di Stasiun Rangkasbitung
LEBAK, – Saat malam hari, ruang tunggu Stasiun Rangkasbitung di Kabupaten Lebak kerap berubah menjadi tempat singgah darurat bagi para penumpang yang tak sempat naik kereta terakhir.Sebagian besar dari mereka berasal dari Serang dan sekitarnya, termasuk para pekerja maupun mahasiswa yang pulang atau berangkat menuju Jabodetabek.Keterbatasan jadwal kereta lokal Merak–Rangkasbitung membuat banyak penumpang tertahan di stasiun hingga pagi.Tiket kerap habis pada malam hari, terutama saat akhir pekan.Beberapa di antara mereka memilih bermalam di kursi ruang tunggu stasiun, menanti jadwal keberangkatan pertama esok hari.Baca juga: Bingung Tertinggal Kereta di Rangkasbitung, Tak Mampu Bayar Rp 500 Ribu, Agung Habiskan Malam di StasiunSalah satu penumpang yang menginap di stasiun adalah Kahfi (24).Dia mengaku sudah beberapa kali ketinggalan kereta atau kehabisan tiket sehingga terpaksa menginap di stasiun."Kalau pulang agak malam dari Serpong atau Jakarta, biasanya sudah kehabisan kereta ke Serang. Ya sudah, tidurnya di stasiun saja, tunggu pagi," katanya kepada Kompas.com di Stasiun Rangkasbitung, Selasa malam.Menurut dia, meski perjalanan hanya sekitar dua jam dari Jakarta, waktu tempuh bisa berlipat karena harus transit di Rangkasbitung dan berganti kereta lokal menuju Serang.Karena hal itu, dia berharap rencana perpanjangan jalur KRL ke Serang segera terwujud agar masyarakat tak lagi bergantung pada kereta lokal dengan jadwal terbatas."Kalau KRL bisa sampai Serang, enak ya. Enggak perlu khawatir ketinggalan kereta dan penumpang juga bisa lebih banyak pilihan waktu," kata Kahfi.Baca juga: Penataan Stasiun, Perlintasan Sebidang di Pasar Rangkasbitung Ditutup Desember 2025Penumpang lain yang menginap di Stasiun Rangkasbitung adalah Fajar (22), mahasiswa asal Serang yang tertinggal kereta terakhir di stasiun tersebut.Fajar baru turun KRL dari Palmerah sekitar pukul 22.00, sementara KA Lokal Merak keberangkatan terakhir dari Rangkasbitung pukul 21.22."Sudah tahu bakal ketinggalan kereta, jadi pasrah saja, sementara menginap di sini menunggu kereta besok pagi," kata Fajar.Fajar juga memiliki harapan rute KRL bisa diperpanjang hingga ke Merak agar tidak ada lagi warga yang tertinggal kereta hingga menginap di stasiun.Atau jika tidak, dia berharap, jadwal KA Lokal Merak ditambah agar ada keberangkatan lebih malam lagi.Baca juga: Wagub Banten Segel Tambang Ilegal di Depan Tol Rangkasbitung: Kami Kira Legal"Ya minimal ada yang jam 22.00 karena banyak juga pekerja asal Serang dari Jakarta jam 20.00 malam masih terkejar kereta lokal," harap dia.Saat ini, jalur KRL baru beroperasi hingga Stasiun Rangkasbitung.Warga Serang dan Cilegon harus melanjutkan perjalanan dengan kereta lokal Merak yang jumlah perjalanannya terbatas, hanya beberapa kali dalam sehari.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 00:02