Hari Pertama IPO, Superbank (SUPA) Ungkap Cara Menjaga Kinerja Usai Euforia Pasar

2026-01-13 10:15:56
Hari Pertama IPO, Superbank (SUPA) Ungkap Cara Menjaga Kinerja Usai Euforia Pasar
JAKARTA, - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank mencuri perhatian pasar usai resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu . Pada hari pertama perdagangan, saham SUPA melonjak 24,41 persen ke level Rp 790 per saham, jauh di atas harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 635 per saham.Lonjakan harga saham tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten bank digital ini. Namun demikian, di tengah euforia perdagangan perdana, muncul pula pertanyaan mengenai strategi perseroan dalam menjaga pergerakan harga saham agar tetap sehat dan berkelanjutan, tidak hanya menguat sesaat di awal pencatatan.Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan pergerakan harga saham sepenuhnya merupakan mekanisme pasar. Menurutnya, manajemen tidak secara langsung mengatur harga saham, melainkan berfokus pada penguatan fundamental bisnis agar kinerja perseroan terus bertumbuh dalam jangka panjang.“Oh harga saham bagaimana supaya ini, kalau pergerakan saham menurut saya sih itu pergerakan market ya, yang kita fokuskan adalah bagaimana kita bisa menjaga fundamental dari bisnis kita untuk growing ke depannya,” ujar Tigor saat ditemui di gedung BEI, Jakarta Selatan. Baca juga: Modal Inti Tembus Rp 8 Triliun, Superbank (SUPA) Masuk KBMI 2 Saat IPOFokus utama Superbank dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Emiten baru ini menekankan pentingnya kemampuan untuk terus mengakuisisi nasabah baru, sekaligus memberikan layanan berkualitas agar nasabah tetap aktif menggunakan produk bank. Dari aktivitas tersebut, SUPA menargetkan peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebagai cerminan kinerja inti perbankan. Pada saat yang sama, perseroan juga membidik pertumbuhan laba sebelum pajak atau profit before tax (PBT) yang diharapkan dapat terus meningkat hingga tahun 2026. Dengan kata lain, strategi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga pada penguatan fundamental bisnis agar kinerja keuangan dapat tumbuh secara berkelanjutan.“Bagaimana kita bisa akuisisi nasabah, melayani nasabah, menghasilkan NII, menghasilkan PBT, profit before tax yang kita harapkan terus growing di tahun 2026,” paparnya. Baca juga: Usai IPO, Superbank (SUPA) Bidik Pertumbuhan Agresif Lewat Ekosistem Grab dan OVOLebih jauh, SUPA menargetkan akselerasi pertumbuhan bisnis usai sahamnya diperdagangkan secara perdana di Bursa Efek Indonesia hari ini. Dengan dukungan modal sebesar Rp 8 triliun, emiten memfokuskan strategi pada pendalaman bisnis di ekosistem digital yang telah dimiliki, terutama Grab dan OVO.Tigor menjelaskan kerja sama strategis terus ditekankan perseroan melalui pendalaman ekosistem yang dimiliki. Kolaborasi itu dinilai telah berjalan cukup dalam, namun masih memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui OVO dengan menghadirkan produk OVO Nabung by Superbank, yang memungkinkan pengguna hanya dengan beberapa langkah atau klik langsung menjadi nasabah Superbank tanpa harus keluar dari lingkungan aplikasi OVO.Strategi serupa juga diterapkan di aplikasi Grab. Melalui integrasi layanana pengguna dapat langsung membuka rekening dan menjadi nasabah Superbank dari dalam aplikasi Grab tanpa perlu berpindah ke platform lain.“Jadi kerja sama strategis, kami terus tekankan kepada ekosistem kita. Jadi, memang sudah cukup dalam, tapi kita banyak bisa perdalam lagi dengan OVO, ada produk kita namanya OVO Nabung, di mana nasabah dengan beberapa klik bisa menjadi nasabah Superbank di dalam OVO environment,” ucap Tigor.“Jadi, we want to be native in that apps. Jadi, di Grab App itu sendiri itu bisa langsung menjadi nasabah Superbank di Grab App itu sendiri,” katanya.Baca juga: IPO Superbank (SUPA) Cetak Rekor, Oversubscribed 318,69 Kali dan Lebih dari 1 Juta Order


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 09:56