Pasukan Brimob di Perbatasan RI–Malaysia, Bangun Kembali Jembatan Sekolah Tapal Batas yang Ambruk

2026-01-12 09:07:12
Pasukan Brimob di Perbatasan RI–Malaysia, Bangun Kembali Jembatan Sekolah Tapal Batas yang Ambruk
NUNUKAN, – Satuan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Polda Kaltara, membangun kembali jembatan Kampung Loudres, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.Akses satu satunya yang menghubungkan jalan utama menuju Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tapal Batas Darul Furqon ini ambruk akibat hujan lebat yang terjadi Rabu malam lalu.Baca juga: Kondisi MI Darul Furqon di Perbatasan RI-Malaysia yang Kian Memprihatinkan Setelah Jembatan AmbrukKomandan Satuan Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol Sarly Sollu, mengatakan, pembangunan kembali jembatan, sudah mulai dilakukan sejak Selasa lalu.Pasukan Brimob, mengawali pembangunan dengan pembuatan jembatan darurat, pembersihan puing puing jembatan dan pemancangan tiang."Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Brimob dalam mendukung kemajuan anak anak sekolah dan masyarakat, serta menjamin keselamatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan,’’ ujar dia, melalui pesan tertulis, Minggu .Dengan semangat gotong royong, masyarakat sekitar ikut bergabung dalam aksi Tim Perbaikan Jembatan Kompi 2 Batalyon B Pelopor.Baca juga: Kondisi Memprihatinkan MI Darul Furqon, Sekolah Anak-anak TKI di Perbatasan Indonesia-MalaysiaKompas.com/Cynthia Lova Kondisi MI Darul Furqon di Sungai Limau, Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berdiri sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) bernama Darul Furqon, Rabu . Selain menjadi akses ke MI Darul Furqon, jembatan tersebut juga digunakan para petani kelapa sawit.“Kami berharap pembangunan ini dapat segera rampung sehingga aktivitas belajar mengajar kembali berjalan lancar,” harap dia.Sebagai solusi sementara, aparat keamanan di Pulau Sebatik bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat, membangun jembatan darurat untuk mengalihkan akses menuju sekolah.Jembatan darurat ini menembus area perkebunan, namun tetap menghadapi tantangan besar akibat kontur tanah yang berlumpur, terutama di musim penghujan saat ini.Saat ini, MI Darul Furqon hanya memiliki 48 murid, di mana 90 persen dari mereka adalah anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia.Baca juga: Memecah Sunyi di MI Darul Furqon Sebatik, Saat Siswa yang Pemalu Akhirnya Tertawa


(prf/ega)