One Piece Hiatus Panjang, Arc Elbaf Akan Dirilis April 2026

2026-02-03 01:13:53
One Piece Hiatus Panjang, Arc Elbaf Akan Dirilis April 2026
JAKARTA, - Anime One Piece akan hiatus panjang sebelum memasuki arc Elbaf.Kabar tentang hiatus ini awalnya terungkap dalam acara One Piece News Live Event yang digelar baru-baru ini.Akun Instagram @onepiece_staff kemudian mengonfirmasi lewat pengumuman resmi dari Eiichiro Oda.Anime One Piece akan memasuki masa hiatus setelah berakhirnya arc Egghead.Baca juga: One Piece Episode 1146 Kapan Rilis?Dari Januari hingga Maret 2026, para Nakama tak akan mendapatkan episode baru untuk anime One Piece.Setelah tiga bulan, episode baru petualangan Luffy dan Kru Bajak Laut Topi Jerami baru bisa dinikmati pada April 2026.Toei Animation selaku studio produksi anime One Piece memiliki alasan terkait hiatus ini.Hiatus ini bertujuan untuk melakukan perbaikan kualitas animasi dan penyegaran dalam produksi.Hal serupa sebenarnya sudah pernah dilakukan pada 2024 ketika anime One Piece libur selama lebih dari enam bulan.Baca juga: One Piece Season 2 Tayang di Netflix Maret 2026, Luffy dan Kru Topi Jerami Berlayar ke Grand LinePada saat itu, banyak penggemar merasa kecewa terhadap Oda dan Toei Animation.Namun, kekecewaan mereka terbayar dengan kualitas gambar dan ritme cerita yang lebih baik.Keputusan ini kembali diambil agar penyajian arc Elbaf bisa lebih memuaskan secara visual.Dilansir Gamerant, Rabu , total episode anime One Piece yang akan dirilis sepanjang 2026 akan berkurang.Toei Animation mengonfirmasi bahwa mulai 2026, anime One Piece hanya akan memiliki 26 episode per tahun, setara dengan anime musiman lain seperti Attack on Titan atau Jujutsu Kaisen.Artinya, format anime mingguan yang dalam dua dekade dipakai akan ditinggalkan.One Piece kini dibagi menjadi dua bagian setiap tahun, di mana masing-masing bagian berisi 13 episode.Setelah batch pertama tayang, produksi akan kembali beristirahat sebelum melanjutkan bagian keduanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 00:10