Tersinggung Saat Ditegur karena Putar Musik Keras, Pemuda di Jambi Tikam Temannya

2026-01-16 09:13:53
Tersinggung Saat Ditegur karena Putar Musik Keras, Pemuda di Jambi Tikam Temannya
JAMBI, - Seorang pemuda di Kota Jambi tega menikam temannya, hanya karena tersinggung saat ditegur memutar musik terlalu keras.Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Penyengat, RT 26, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung.Pelaku bernama Adam menikam korban bernama Oksya Putra Pradana (24) di bagian dada.Kapolsek Jelutung Iptu Choiril Umam menjelaskan, saat itu pelaku menyalakan musik dengan nada yang cukup kuat yang membuat Putra yang sedang nongkrong bersama beberapa rekannya merasa terganggu.Baca juga: Gara-Gara Air, Pria di Bone Nekat Tikam Kakak Kandung hingga KritisAwalnya, satu orang teman Putra terlebih dahulu menegur, namun tak direspons Adam."Kemudian korban datang untuk menegur lagi, tetapi pelaku tak terima dan menendang perut korban," kata Iptu Choiril Umam, saat dikonfirmasi, Selasa .Tak merasa puas, Adam masuk ke rumah untuk mengambil pisau dan menikam dada bagian kanan Putra.Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis.Baca juga: Pergoki Istri Bersama Pria Lain, Anggota TNI di Makassar Tikam Pria Hingga TewasKeluarga korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Jelutung.Mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Jelutung langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku pada hari yang sama.Pihaknya juga sudah mengamankan barang bukti berupa pisau. Pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka.Baca juga: Ditegur Saat Memeras, Preman di Jambi Tikam Pedagang Kerupuk"Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dan visum et repertum korban. Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-16 08:22