Gempa Alaska M 7 2025 vs M 9,2 1964: Mengapa Keduanya Sangat Berbeda?

2026-01-12 04:58:57
Gempa Alaska M 7 2025 vs M 9,2 1964: Mengapa Keduanya Sangat Berbeda?
- Gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah dekat Hubbard Glacier, Alaska, pada awal Desember 2025. Menurut laman resmi Alaska Earthquake Center, guncangan terasa hingga ratusan kilometer dan memetakan kembali aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut. Sebelum ini, pernah terjadi gempa besar di Alaska. Salah satunya adalah gempa Alaska 1964 yang jauh lebih kuat dan meninggalkan dampak besar di wilayah pesisir.Gempa Alaska pada tahun 1964 bahkan menjadi nomor dua terbesar di dunia.Lantas, bagaimana perbandingan Gempa 2025 dengan 1964?Baca juga: Mengenal Gempa Sesar: Penyebab, Dampak, dan Upaya MitigasinyaGempa Alaska 2025 memiliki magnitudo 7 dan terjadi dekat Hubbard Glacier, sekitar 60 mil di utara Yakutat. Guncangannya terasa hingga radius 500 mil. Dilansir dari laman resmi U.S. Geological Survey (USGS), bahwa pusat gempa berada di segmen yang berkaitan dengan Connector Fault, bagian dari sistem Sesar Fairweather.Sementara itu, Gempa Alaska 1964 berkekuatan magnitudo 9,2 dan menjadi gempa terbesar kedua dalam sejarah dunia. Dilansir dari laman resmi Negara Bagian Alaska, pusat gempa berada di wilayah Prince William Sound, sekitar 75 mil dari Anchorage. Gempa ini berlangsung lebih dari empat menit.Baca juga: Dampak Gempa Rusia M8,7: Tsunami Kecil di Jayapura hingga BitungAlaska menjadi salah satu wilayah paling aktif secara seismik karena berada di pertemuan dua lempeng besar:Gerakan ini menyebabkan dua jenis sumber gempa utama:Tekanan antar lempeng inilah yang membuat Alaska sering mengalami gempa kuat, mulai dari magnitudo 6 hingga lebih dari 9.Baca juga: 10 Mitos dan Fakta Seputar Gempa BumiJoseph K. McGregor and Carl Abston Tampilan dekat kerusakan akibat tsunami di sepanjang tepi laut di Kodiak.Gempa Alaska 2025 merupakan gempa sesar mendatar yang terjadi sangat dangkal. Jenis gempa seperti ini membuat guncangan terasa kuat di sekitar pusat gempa, tetapi jarang memicu tsunami karena pergeseran vertikalnya kecil.Sebaliknya, Gempa Alaska 1964 merupakan gempa megathrust yang terjadi di zona subduksi. Pergerakan lempeng secara vertikal menyebabkan tanah di beberapa wilayah naik hingga 30 kaki dan turun sampai 8 kaki. Kondisi ini memicu serangkaian tsunami besar yang merusak banyak kota pesisir.Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gempa Bumi Terjadi? Simak PanduannyaMenurut laporan yang beredar, gempa Alaska 2025 belum menunjukkan kerusakan besar. Potensi kerusakan hanya berupa bangunan retak atau barang yang jatuh dari rak. Tidak ada laporan tsunami ataupun longsor.Gempa Alaska 1964 menimbulkan dampak yang jauh lebih besar. Kota-kota seperti Anchorage, Valdez, Kodiak, Seward, dan Whittier rusak oleh longsor, penurunan tanah, dan tsunami. Peristiwa ini menewaskan puluhan orang dan mengubah garis pantai Alaska.Perbandingan kedua peristiwa menunjukkan bahwa Alaska memiliki dua sumber bahaya utama:Pelajaran penting bagi siswa adalah bahwa jenis patahan menentukan seberapa besar dampak gempa. Saat ini, ilmuwan terus memantau aftershock dan memetakan sesar untuk memahami risiko di masa depan.Baca juga: Jenis Gempa Bumi: Berdasarkan Penyebab dan Kedalamanya


(prf/ega)