Kronologi Tertembaknya Lima Petani di Bengkulu Versi Perusahaan

2026-01-12 07:01:55
Kronologi Tertembaknya Lima Petani di Bengkulu Versi Perusahaan
BENGKULU, - Lima petani di Desa Karang Cayo, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, terkena tembakan seorang petugas keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) pada Senin .Kejadian ini memicu perhatian masyarakat dan organisasi lingkungan, seperti Walhi, yang telah memberikan keterangan tertulis terkait insiden tersebut.Manajemen PT ABS memaparkan kronologis kejadian melalui rilis yang diterima Kompas.com, Rabu .Baca juga: Kronologi Penembakan Lima Petani di Bengkulu Versi PolisiManajer Kebun PT ABS, Suri Bakti Damanik menjelaskan, insiden bermula saat perusahaan berencana merehabilitasi jalan kebun menggunakan bulldozer.Pada saat itu, terdapat 13 orang yang terdiri dari 11 karyawan dan dua operator alat berat.Sekitar pukul 12.00 WIB, sekitar 50 orang dari Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) yang dipimpin Edi Hermanto meminta karyawan PT ABS menghentikan aktivitas rehabilitasi jalan.FMPR meminta alat berat dikeluarkan dari lokasi dan melarang kegiatan perbaikan jalan.Baca juga: Petani Menjerit karena Banyak Melon Membusuk akibat Intensitas Hujan TinggiDamanik menjelaskan, pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak dapat menarik alat berat karena sedang beroperasi di dalam lokasi Hak Guna Usaha (HGU) blok E6.FMPR kemudian meminta dibuatkan surat pernyataan yang menyatakan larangan melakukan perbaikan jalan."Karena sudah dikepung kami sudah ketakutan dan untuk menghindari bentrokan," ujar Damanik.Permintaan pembuatan surat pernyataan disetujui oleh perusahaan, tetapi karena tidak ada alat tulis di lokasi, perusahaan menawarkan untuk membuat surat di kantor PT ABS di Kota Manna.Namun, tawaran tersebut ditolak FMPR. Penawaran untuk membuat surat di kantor Desa Karang Cayo atau Kembang Seri juga ditolak oleh FMPR.Sekitar pukul 13.00 WIB, karena surat pernyataan tidak jadi dibuat, FMPR mengultimatum agar alat berat segera dikeluarkan dari lokasi.Damanik menjelaskan, saat itu dia ditarik oleh Edi Hermanto, dan dia mengalami pengeroyokan."Saya ditarik oleh Edi Hermanto, meminta agar saya mengeluarkan alat berat, lalu ramai-ramai puluhan warga memukul pundak saya dengan pelepah sawit. Saya dikeroyok," ungkap Damanik.


(prf/ega)