Batu 7 Ton Timbun Jalan Desa Sawangan Purworejo, Evakuasi Berlangsung Manual

2026-02-04 16:06:07
Batu 7 Ton Timbun Jalan Desa Sawangan Purworejo, Evakuasi Berlangsung Manual
PURWOREJO, - Material longsor berupa batu besar menutup akses jalan desa di Dusun Sipathi, Desa Sawangan, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu sore.Kepala BPBD Purworejo Wasit Diono mengatakan, tim gabungan bersama warga mulai melakukan pembersihan pada Minggu .“Kami sudah melakukan asesmen bersama relawan dan warga. Pembersihan awal dilakukan manual terlebih dahulu. Jika nanti ditemukan kendala, kami akan cari solusi terbaik,” ujar Wasit saat meninjau lokasi pada Minggu.Wasit meminta pemerintah desa dan warga tetap menjaga koordinasi selama proses penanganan berlangsung untuk menjaga keselamatan.Baca juga: Longsor di Pituruh Purworejo, Batu Raksasa Tutup Jalan Desa“Lokasi longsor berada di jalur poros desa. Kami harap koordinasi tetap dijaga supaya tidak membahayakan pengguna jalan,” tuturnya.BPBD juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga dan relawan yang terlibat dalam penanganan.“Batu yang ikut longsor beratnya diperkirakan lebih dari 7 ton. Jadi proses evakuasi ini memang membutuhkan gotong royong,” kata Wasit.Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan Grabag dan Ngombol yang menimpa tujuh rumah. BPBD telah melakukan asesmen sejak Sabtu malam.Wasit mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.“Segera lakukan kerja bakti jika ada saluran air tersumbat agar tidak memicu banjir atau longsor,” ujarnya.Kepala Desa Sawangan Sugiri mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB pada area aliran sungai kecil yang melintas dari kawasan perhutani.“Longsor menimpa jalan poros desa. Evakuasi baru bisa dilakukan hari ini lantaran warga masih khawatir terjadi longsor susulan,” kata Sugiri.Ia menyampaikan terima kasih kepada BPBD, relawan, dan warga yang telah membantu proses evakuasi.Longsoran tanah dan batu besar itu berada sekitar 5 meter dari rumah warga terdekat. Sugiri menambahkan, evakuasi awal dilakukan manual dan penggunaan alat berat akan dikoordinasikan lebih lanjut bila diperlukan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 16:18