Australia Bikin 4 Lapis Keamanan untuk Larang Anak Main Medsos

2026-02-08 08:51:31
Australia Bikin 4 Lapis Keamanan untuk Larang Anak Main Medsos
CANBERRA, - Australia menerapkan empat lapis keamanan untuk melarang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial.Aturan yang berlaku mulai Rabu ini adalah yang pertama di dunia.Perusahaan teknologi besar seperti Instagram, TikTok, dan YouTube kini harus menerapkan berbagai lapisan keamanan guna memblokir akses pengguna usia dini.Baca juga: Australia Larang Anak Main Medsos Mulai Besok, Lebih dari 1 Juta Akun Bakal DihapusDikutip dari kantor berita AFP, berikut adalah empat lapis keamanan yang diterapkan Australia untuk melarang anak main medsos.Langkah pertama terdengar sederhana: Pengguna diminta memindai (scan) paspor, SIM, atau identitas resmi lainnya untuk membuktikan mereka berusia minimal 16 tahun.Namun, upaya ini menghadapi dua tantangan utama: Risiko penyalahgunaan identitas milik orangtua atau kakak, serta kekhawatiran akan privasi pengguna.Pemerintah Australia lalu menegaskan, platform tidak diizinkan mewajibkan pengguna menunjukkan dokumen identitas dari pemerintah, bahkan jika terjadi perselisihan terkait usia.Beberapa platform kini menggandeng layanan pihak ketiga untuk menangani verifikasi usia bagi pengguna sukarela ingin menyertakan identitas mereka.Sebagai contoh, pengguna Snapchat dapat memverifikasi usia melalui rekening bank Australia, atau menggunakan layanan verifikasi usia k-ID yang berbasis di Singapura."Dokumen yang Anda kirimkan hanya akan digunakan untuk memverifikasi usia Anda," ujar Snap, perusahaan induk Snapchat."Snap hanya akan mengumpulkan hasil 'ya/tidak' untuk mengetahui apakah seseorang sudah di atas ambang batas usia minimum," tambahnya.Baca juga: Scam Mulai Merambah Australia, Sasar WNI Pelamar Work-Holiday VisaThinkstock Ilustrasi selfieSelain dokumen identitas, pengguna juga dapat mengunggah swafoto untuk memverifikasi usia melalui AI (Akal Imitasi/Artificial Intelligence).Meta—induk dari Instagram dan Facebook—menggandeng startup asal London, Yoti, untuk menangani verifikasi usia lewat kartu identitas dan swafoto."Seiring waktu, algoritmanya menjadi sangat baik dalam melihat pola dan menentukan, 'wajah yang terlihat seperti berusia 17 atau 28 tahun'," jelas CEO Yoti, Robin Tombs.AI Yoti diklaim mampu memperkirakan usia seseorang hanya dalam waktu satu menit.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-08 06:46