Tips Cerdas Membeli Mobil Bekas dengan Biaya Perawatan Rendah

2026-01-12 06:21:32
Tips Cerdas Membeli Mobil Bekas dengan Biaya Perawatan Rendah
JAKARTA, - Membeli mobil bekas kerap menjadi pilihan rasional bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan dana terbatas.Namun, harga beli yang murah tidak selalu berbanding lurus dengan biaya kepemilikan yang ringan, karena perawatan justru bisa menjadi pos pengeluaran terbesar setelah mobil digunakan.Menurut Thung Andi Supriyadi, pemilik Rendani Mobil, calon pembeli mobil bekas sebaiknya tidak hanya terpaku pada harga unit, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan dan biaya perawatan jangka panjang.“Banyak mobil bekas harganya menarik, tapi perawatannya mahal karena suku cadang sulit atau bengkel spesialisnya terbatas,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat .Baca juga: Ada Souvenir Dmasiv di Daihatsu Kumpul Sahabat Bitung 2025Andi menyarankan agar konsumen memilih model yang populasinya besar di Indonesia.Mobil dengan jumlah pengguna yang banyak umumnya memiliki ketersediaan suku cadang melimpah dan harga yang lebih terjangkau, baik untuk komponen fast moving maupun parts lain yang jarang diganti.Selain itu, jenis mesin juga perlu menjadi pertimbangan.Shutterstock Ilustrasi mesin mobil dalam kondisi sehatMesin berkapasitas kecil hingga menengah dengan teknologi yang sederhana dinilai lebih ramah biaya dibandingkan mesin berperforma tinggi atau yang mengandalkan teknologi kompleks.“Mesin yang sederhana lebih mudah ditangani bengkel umum, sehingga biaya servis tidak membengkak,” ujarnya.Ia juga mengingatkan pentingnya mengecek riwayat perawatan mobil bekas.Mobil yang rutin diservis di bengkel yang bagus reputasinya biasanya memiliki kondisi yang lebih terjaga dan mengurangi risiko perbaikan besar dalam waktu dekat.Transmisi turut memengaruhi ongkos perawatan.Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Masih Berlaku, Ini yang Wajib DibayarUntuk mobil matik, calon pembeli disarankan memastikan kondisi oli transmisi dan respons perpindahan gigi saat test drive. Jika perawatannya terabaikan, biaya perbaikan transmisi bisa jauh lebih mahal dibandingkan komponen lain.Faktor usia kendaraan juga tidak boleh diabaikan.Mobil yang terlalu tua berpotensi membutuhkan penggantian banyak komponen sekaligus, seperti karet-karet, suspensi, hingga sistem pendingin.Hal ini bisa membuat biaya perawatan membengkak meski harga belinya murah.Andi menyarankan calon pembeli untuk menyisihkan anggaran cadangan setelah membeli mobil bekas.Dana tersebut penting untuk servis awal agar kondisi kendaraan kembali optimal sebelum digunakan harian.Dengan perhitungan matang, mobil bekas tetap bisa menjadi solusi ekonomis tanpa membebani pengeluaran di kemudian hari.


(prf/ega)