Wacana KRL 24 Jam Mencuat: Kenapa Jadi Sorotan?

2026-01-11 22:51:52
Wacana KRL 24 Jam Mencuat: Kenapa Jadi Sorotan?
JAKARTA, - Wacana pengoperasian kereta rel listrik atau KRL 24 jam penuh mencuat setelah muncul fenomena sejumlah penumpang menginap di stasiun akibat tertinggal perjalanan terakhir.Dalam salah satu unggahan viral, terlihat pekerja malam dan penumpang berada di area pintu masuk Stasiun Cikarang.Ini menunjukkan bahwa layanan KRL dianggap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan perjalanan malam bagi sebagian pengguna.Baca juga: KRL 24 Jam Masih Dikaji, KAI Soroti Keselamatan hingga Kesiapan ElektrifikasiUNSPLASH/REYHAN AVISENO Ilustrasi KRL Commuter Line.Karena situasi tersebut, wacana memperpanjang durasi operasional KRL 24 jam pun dibuka kembali, sebagai upaya memenuhi kebutuhan mobilitas warga terutama di wilayah Jabodetabek.PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa walaupun dari sisi pelayanan pelanggan pengoperasian 24 jam bisa dikatakan positif, keputusan ini tidak bisa diambil sembarangan.Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut ada sejumlah aspek teknis, terutama terkait perawatan sarana prasarana, yang harus dipertimbangkan matang-matang.“Tentunya dari sisi pelayanan pelanggan, ini hal yang positif. Tapi tentunya kita harus hitung (plus minus), yang namanya pengoperasian kereta ini kan tidak simpel bahwa kita harus paksakan,” ujar Bobby di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa .Baca juga: KRL 24 Jam Masih Dikaji, KAI Soroti Keselamatan hingga Kesiapan ElektrifikasiBobby menjelaskan bahwa jika KRL beroperasi 24 jam, maka tidak ada jendela waktu (window) untuk pengecekan rutin.Ini termasuk pemeriksaan jalur rel, sistem elektrifikasi, dan keselamatan.“Kalau aliran listriknya 24 jam, kapan kita ngecek kabelnya? Kan gitu,” tutur Bobby.


(prf/ega)