- Kasus hilangnya sebuah tumbler Kopi Tuku di dalam Commuter Line (KRL) baru-baru ini menyita perhatian banyak orang.Insiden yang menurut anggapan banyak orang terlihat sepele itu justru berkembang menjadi polemik. Bahkan belum lama ini, muncul isu simpang siur bahwa seorang petugas KAI bernama Argi terkena pemecatan.Awalnya, seorang penumpang KRL tanpa sengaja meninggalkan cooler bag di gerbong khusus perempuan. Petugas kemudian menemukan tas tersebut dan mengamankannya di Stasiun Rangkasbitung.Namun, situasi berubah menjadi runyam ketika pemilik tas menerima barangnya kembali dan menyadari bahwa tumbler di dalamnya sudah tidak ada.Kisah yang pertama kali dibagikan melalui Threads itu cepat menyebar luas. Warganet menilai masalah tersebut berbuntut pada konsekuensi yang harus diterima sang petugas KAI.Baca juga: Siapa Pemilik Kopi Tuku yang Sangat Populer di Jaksel?Keramaian pun makin meluas. Akun media sosial pemilik tas diserbu komentar. Bahkan akun Kopi Tuku hingga tempat kerja pasangan suami istri tersebut ikut banjir respons dari netizen yang terpancing oleh viralnya cerita ini.Menanggapi isu liar yang berkembang di media sosial, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, ikut memberikan klarifikasi.Ia menampik kabar bahwa petugas KRL Commuter Line bernama Argi diberhentikan akibat polemik soal hilangnya tumbler milik penumpang.“Enggak ada orang itu dipecat,” ujar Bobby seusai menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Ruang Promosi UMKM di Infrastruktur Publik dan Penguatan Akses KUR di Jakarta, Kamis .Bobby tidak memberikan penjelasan lebih detail mengenai status Argi dan memilih meninggalkan lokasi bersama para pejabat yang mendampinginya.Baca juga: KAI Commuter Bantah Pecat Petugas Imbas Kasus Tumbler TertinggalSementara itu, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab pribadi penumpang.Jika tertinggal di KRL, proses pengambilan kembali harus mengikuti prosedur yang berlaku. Setiap penumpang kereta juga diimbau selalu menjaga barang bawaannya.“Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” kata Karina.Karina menjelaskan bahwa penelusuran terkait hilangnya tumbler tersebut masih berlangsung. KAI Commuter juga berkoordinasi dengan perusahaan mitra yang menaungi petugas layanan. Menurut mitra tersebut, Argi tidak mengalami pemecatan.“Mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” ujarnya.Baca juga: Siapa Pemilik IMIP Morowali dan IWIP Halmahera?(Tim penulis: Syakirun Ni'am, Teuku Muhammad Valdy Arief)Artikel ini bersumber dari pemberitaan di berjudul: "Polemik Tumbler Tuku Penumpang Hilang, Dirut KAI Beri Klarifikasi"
(prf/ega)
Gaduh Tumbler Lenyap di Stasiun, Dirut KAI Sampai Klarifikasi
2026-01-12 05:27:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:41
| 2026-01-12 03:37
| 2026-01-12 03:05










































