ANKARA, – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu , mendesak agar Caracas tetap membuka komunikasi dengan Washington di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi aksi militer Amerika Serikat di kawasan Karibia.Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya di platform X, Erdogan menegaskan pentingnya menjaga jalur komunikasi.“Penting untuk menjaga saluran dialog tetap terbuka antara AS dan Venezuela,” ujarnya, seraya menyampaikan harapan bahwa “ketegangan dapat mereda sesegera mungkin.”Baca juga: Venezuela Lantik 5.600 Prajurit Baru Seiring Meningkatnya Tekanan Militer ASErdogan menambahkan bahwa pemerintah Turkiye sedang memantau ketat perkembangan di kawasan Karibia dan percaya penyelesaian damai harus menjadi prioritas.“Masalah dapat diselesaikan melalui dialog,” katanya.Kementerian Luar Negeri Venezuela dalam pernyataannya menyebut Erdogan menyampaikan “keprihatinan mendalam atas ancaman yang dihadapi Venezuela, khususnya pengerahan militer dan berbagai tindakan yang bertujuan mengganggu perdamaian dan keamanan di Karibia.”Maduro, dalam percakapan itu, memaparkan secara detail sikap pemerintahnya terhadap manuver AS. Ia menyebut ancaman Washington sebagai “ilegal, tidak proporsional, tidak perlu, dan bahkan berlebihan.”AFP/FEDERICO PARRA Jet tempur F-16 Venezuela buatan Amerika Serikat terbang saat pameran industri penerbangan di Pangkalan Udara Libertador, Maracay, Negara Bagian Aragua, Venezuela, 29 November 2025.Diskusi kedua pemimpin itu juga menyinggung penangguhan besar-besaran penerbangan internasional ke dan dari Venezuela, setelah Presiden AS Donald Trump bulan lalu menyatakan wilayah udara Venezuela harus dianggap “tertutup”.Baca juga: Minyak Diduga Target Utama AS Serang Venezuela, Bukan NarkobaSebelumnya, AS mengerahkan kapal induk terbesar di dunia ke Karibia, didukung armada kapal perang.Langkah itu mengikuti tuduhan Trump bahwa Maduro memimpin sebuah kartel narkoba — tuduhan yang dibantah habis-habisan oleh Caracas.Turkiye dan Venezuela memiliki hubungan erat dalam beberapa tahun terakhir. Erdogan terakhir kali berkunjung ke Caracas pada Desember 2018 untuk menunjukkan dukungan kepada Maduro setelah AS dan sejumlah negara Eropa menolak hasil pemilihan presiden Venezuela dengan tuduhan kecurangan.Beberapa laporan media dan pejabat AS pun menyebut skenario bahwa jika Maduro sampai digulingkan, ia mungkin akan mencari perlindungan di Turkiye.Senator Partai Republik Lindsey Graham bahkan menulis sindiran di X minggu lalu, “Saya dengar Turkiye dan Iran sedang indah sekali musim ini,” sebagai pesan bahwa Maduro sebaiknya melarikan diri.Baca juga: Apa yang Terjadi jika AS Kuasai Minyak Venezuela?
(prf/ega)
Khawatir AS–Venezuela Perang, Erdogan Telepon Nicolas Maduro
2026-01-12 06:22:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:52










































