PHNOM PENH, - Kamboja pada Senin mengeklaim melakukan serangan balasan dengan roket BM-21, yang mereka sebut sebagai respons karena militer Thailand menyerang lebih dulu.Di sisi lain menurut versi Bangkok, Thailand melakukan serangan udara untuk membalas tewasnya seorang tentara dalam bentrokan di Provinsi Ubon Ratchathani yang berbatasan dengan Kamboja.Juru bicara militer Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvari, mengatakan bahwa pesawat tempur dikerahkan untuk menekan serangan yang dilakukan Kamboja sejak pukul 05.05 pagi.Baca juga: Thailand Serang Kamboja, Perbatasan Kedua Negara Kembali Memanas“Setidaknya empat orang lainnya terluka dalam insiden tersebut,” ujar Winthai dalam pernyataan resmi, dikutip dari Al Jazeera.Menurut pihak Thailand, tentara Kamboja lebih dulu menembakkan senjata ringan dan senjata artileri ke arah pos militer Thailand. Laporan kematian prajurit diterima sekitar pukul 07.00 waktu setempat.Namun, Kamboja membantah tudingan tersebut.Dalam pernyataan di akun Facebook resminya, militer Kamboja menegaskan bahwa pasukan Thailand justru yang memulai serangan pada pukul 05.00 pagi.Mereka juga menyebut bentrokan itu dipicu serangkaian tindakan provokatif selama beberapa hari terakhir dari pihak Thailand.Wakil Gubernur Oddar Meanchey, wilayah perbatasan di sisi Kamboja, mengungkapkan bahwa tiga warga sipil termasuk seorang perempuan luka-luka dalam serangan udara Thailand, tetapi tidak merinci penyebab pastinya.Pertempuran ini pecah sehari setelah bentrokan singkat terjadi di Phu Pha Lek–Phlan Hin Paet Kon, Provinsi Sisaket, Thailand.Tentara Thailand mengeklaim dua prajuritnya terluka akibat tembakan dari Kamboja, sehingga memicu baku tembak selama sekitar 20 menit.Sebaliknya, militer Kamboja kembali menegaskan bahwa pasukan Thailand yang lebih dulu menembak, dan mereka tidak membalas.Baca juga: Netizen Thailand Hujat Miss Charm Kamboja, Tuduh Jiplak Slogan dan Pakaian TradisionalAFP/CHOR SOKUNTHEA Perwakilan militer dan diplomat 13 negara termasuk Amerika Serikat (kedua dari kiri), Jepang (tengah), dan Australia (kanan) mengecek penerapan gencatan senjata Thailand-Kamboja di perbatasan Provinsi Preah Vihear setelah perang lima hari, 30 Juli 2025.Konflik terbaru ini terjadi usai gencatan senjata yang dimediasi Malaysia dan Amerika Serikat pada Juli 2025.Gencatan senjata tersebut ditandatangani setelah perang lima hari Thailand-Kamboja menewaskan sedikitnya 48 orang, membuat sekitar 300.000 warga mengungsi.Namun, hubungan kedua negara tetap memanas.
(prf/ega)
Kamboja Balas Serangan Udara Thailand, Tembakkan Roket BM-21
2026-01-12 16:50:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:16
| 2026-01-12 16:53
| 2026-01-12 16:32
| 2026-01-12 16:31










































