SF Hariyanto Kabur Saat KPK Datang Menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid

2026-02-02 03:57:54
SF Hariyanto Kabur Saat KPK Datang Menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid
PEKANBARU, - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengungkapkan, dirinya sempat ngopi bersama Gubernur Riau Abdul Wahid sebelum penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin sore.Penangkapan Gubernur Abdul Wahid berlangsung di sebuah kafe yang terletak di belakang rumah dinasnya.Saat itu, SF Hariyanto masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau. Kini, ia menjabat sebagai Plt Gubernur setelah Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan."Waktu itu kami lagi ngopi di kafe belakang rumah dinas. Ada Pak Gubernur, Bupati Siak Bu Afni, satu lagi ada teman, kami berempat," ujar Hariyanto dalam dialog dengan media di Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Kamis .Baca juga: Gubernur Riau Kena OTT KPK, SF Hariyanto: Kita Doakan Dipermudah UrusannyaHariyanto mengaku tidak mengetahui bahwa kedatangan sejumlah orang yang ramai di lokasi adalah tim KPK."Tahu-tahunya datang (KPK) ke situ. Kalau saya tahu (KPK) di situ ngapain saya datang ke sana. Logika kan?" tambahnya.Setelah melihat keramaian tersebut, Hariyanto memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan pulang."Ya saya pulang lah. Ngapain pula saya tunggu di situ. Sudah ramai, barang (KPK) itu datang ke situ kan, kabur lah saya. Nanti saya pula yang diangkut. Tapi, betul saya tidak tahu itu (penangkapan)," jelasnya.Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak melapor kepada KPK sebelum penangkapan Abdul Wahid."Saya tidak ada melapor-melapor. Berita dari mana itu? Saya tidak tahu itu. Yang saya tahu, waktu itu kami cuma ngopi," tambahnya.Baca juga: Bantah Isu Laporkan Gubernur Riau, SF Hariyanto: Emangnya Saya Bersih?Berita sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pekanbaru, Riau, pada Senin .Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, termasuk Gubernur Abdul Wahid dan Kepala Dinas PUPR Riau, M Arief Setiawan.Setelah melalui pemeriksaan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Abdul Wahid, M Arief Setiawan, dan Staf Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam, atas dugaan pemerasan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-02-02 03:23