Mendagri Usul Pengurusan Dokumen Warga yang Hilang Akibat Bencana Digratiskan

2026-01-12 02:20:44
Mendagri Usul Pengurusan Dokumen Warga yang Hilang Akibat Bencana Digratiskan
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar seluruh biaya pengurusan dokumen masyarakat yang hilang akibat bencana di Aceh digratiskan.Usulan tersebut disampaikan Tito kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan bencana yang digelar di Banda Aceh, Minggu .Tito menjelaskan bahwa banyak fasilitas pelayanan publik di tingkat kecamatan dan desa mengalami kerusakan parah, sehingga berdampak pada hilangnya berbagai dokumen milik warga.“Karena itu layanan publik bapak, nanti inikan banyak sekali dokumen yang hilang, dokumen ktp, ijazah dan lain-lain, sertifikat,” kata Tito.Baca juga: 2 Kabupaten di Sumatera Utara Masih Terisolasi Pascabanjir dan LongsorMenurut Tito, sebagian layanan memang sudah diberikan secara gratis, khususnya dokumen yang berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri.Namun, dokumen lain yang dikeluarkan kementerian atau lembaga berbeda masih berbayar, misalnya pengurusan STNK dan BPKB di Kepolisian serta sertifikat tanah di Kementerian ATR/BPN.“Untuk dokumen Dukcapil sudah gratis, Pak. Tapi untuk ijazah di bawah Kemendikdasmen, STNK dan BPKB dari Polri, serta sertifikat tanah dari ATR/BPN (berbayar),” ujarnya.Tito pun mengusulkan agar pemerintah memberikan kebijakan khusus berupa penggratisan seluruh jenis dokumen yang hilang akibat bencana agar tidak membebani masyarakat.Baca juga: BNPB: Butuh Anggaran 25,41 Triliun untuk Biaya Pemulihan Provinsi Aceh“Supaya enggak memberatkan mereka (masyarakat terdampak bencana) digratiskan,” kata Tito.Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta jajaran terkait melakukan perhitungan kebutuhan dan menindaklanjuti kebijakan tersebut.“Oke, nanti dihitung semua,” kata Presiden.Sementara itu, data terbaru BNPB mencatat sebanyak 921 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Baca juga: 4 Penyakit Utama yang Kini Menyerang Pengungsi Banjir SumateraHal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian/lembaga terkait.“Per hari ini, Bapak Presiden. Per hari ini meninggal dunia 921 orang,” kata Suharyanto dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Minggu .Selain itu, sebanyak 392 orang dilaporkan masih hilang kontak dan 975.079 orang mengungsi.“Ini di tiga provinsi baik Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," katanya.


(prf/ega)