VinFast Fokus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

2026-01-12 04:09:34
VinFast Fokus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
JAKARTA, - VinFast Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang menyeluruh di Tanah Air. Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong adopsi mobil listrik sekaligus memperkuat daya saing di pasar nasional.CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menegaskan bahwa strategi perusahaan di Tanah Air tidak semata-mata bertumpu pada penjualan produk semata. VinFast, kata dia, menyiapkan pendekatan yang lebih menyeluruh agar kendaraan listrik dapat diterima dan digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia.Baca juga: Optimisme VinFast: Pasar Mobil Listrik Naik Pesat di 2026Menurutnya, tantangan utama industri kendaraan listrik bukan hanya soal spesifikasi atau harga, melainkan kesiapan ekosistem yang menopang pengalaman pengguna. Karena itu, VinFast menempatkan pembangunan ekosistem sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan bisnisnya di Indonesia.Foto: /Ruly VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.Kariyanto mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus pada produk and harga, tetapi juga pada penciptaan ekosistem."Charging infrastruktur itu melalui sister company kami, yaitu V-Green. Ini perlu diperluas ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali tentunya," ujar Kariyanto, kepada wartawan, saat ditemui di VCreator Summit 2025, di Bali, Sabtu .Baca juga: Impresi Awal Coba VinFast VF 7, Kabin LapangSelain infrastruktur, VinFast juga menghadirkan skema inovatif untuk menjawab kekhawatiran konsumen terkait biaya kepemilikan jangka panjang. Program berlangganan baterai serta jaminan nilai jual kembali menjadi bagian dari strategi tersebut.V-Green Pengisian daya V-Green VinFast"Nah, terus kemudian juga battery subscription, resale value guarantee itu juga akan terus kami lanjutkan di tahun depan," kata Kariyanto.Menurutnya, skema ini dirancang agar konsumen memiliki rasa aman dan kepastian, baik dari sisi performa kendaraan maupun nilai ekonominya di masa depan. Dengan demikian, kendaraan listrik tidak lagi dipersepsikan sebagai investasi berisiko tinggi.Kariyanto menambahkan, dengan meningkatkan itu semua, pihaknya yakin bisa memperkuat kehadiran VinFast di Indonesia untuk berkompetisi di pasar mobil listrik.


(prf/ega)