Damkar Kabupaten Semarang, "Meski Terlihat Sulit, karena Niat Bantu, Pasti akan Dipermudah"

2026-01-12 05:13:48
Damkar Kabupaten Semarang,
UNGARAN, - Hampir separuh hidup Mujiyanto (45) diabdikan menjadi petugas Damkar Kabupaten Semarang. Dia pertama kali menjadi petugas pada tahun 2002.Selama itu pula, dia bergelut dengan kebakaran, tawon, biawak dan ular serta binatang liar lain.Tak hanya itu, kasus-kasus unik pun ditanganinya, seperti melepas cincin dan anting, mengambil kunci atau ponsel yang tertinggal di mobil atau terjatuh di gorong-gorong, dan hewan yang terperosok ke sumur.Baca juga: Tak Hanya Damkar, Komunitas Tantular dan Korek Kediri Juga Layani Warga Evakuasi Reptil"Karena itu, tugas menjadi Damkar lebih banyak sukanya daripada dukanya. Ada saja tantangan atau aduan dari masyarakat yang harus diselesaikan," kata Mujiyanto, Komandan Regu B Damkar Ungaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Rabu .Mujiyanto mengatakan kerja di lapangan memang sesuai dengan passionnya."Kerja menjadi Damkar itu memang terlihat sulit, tapi karena niat kita membantu orang, pasti dipermudah," ungkapnya.Dia mencontohkan, baru beberapa hari lalu ada laporan kunci mobil yang tertinggal. Anggota Damkar Kabupaten Semarang telah berupaya sedemikian rupa, namun tak membuahkan hasil."Kami bahkan harus kembali ke kantor untuk mengambil peralatan lagi, tapi itu juga belum berhasil. Setelahnya, pintu mobil berhasil dibuka hanya dengan hanger pakaian, malah tidak pakai alat lengkap," kata Mujiyanto.Baca juga: Cerita Damkar Ogan Ilir, dari Dorong Motor Mogok hingga Ambil Rapor Siswa"Kalau dibilang paling berkesan, semua berkesan karena memang tujuannya kan menolong orang. Pasti ada juga pengalaman tidak mengenakan, tapi tidak kami ingat dan fokus utama ke menolong," ungkapnya.Mujiyanto mengungkapkan, bahwa dalam menjalankan tugas sebagai Damkar, peralatan adalah hal yang utama.Meski begitu, keterbatasan yang ada tidak boleh dijadikan penghalang atau alasan."Dimaksimalkan saja yang ada, pasti nanti dipermudah juga," kata dia.Sementara Kasi Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Hisyam Alwi, mengatakan total anggota Damkar Kabupaten Semarang ada 80 orang.Mereka terbagi dalam enam pos dan satu pos terpadu.Pos Damkar Kabupaten Semarang berada di Ungaran, Bergas, Ambarawa, Bringin, Tengaran, Getasan, dan Pos Terpadu Bawen."Kalau bicara sarana-prasarana pasti kurang, seperti katrol winch itu yang ada hanya di Pos Ambarawa. Kalau mobil pemadam di setiap pos standby," ujarnya.Baca juga: Bukti Damkar Serba Bisa, Atasi Persoalan KDRT hingga Kasih Video Ucapan Selamat Ultah di Madiun"Meski bisa dibilang kurang lengkap, tapi kita maksimalkan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD dan juga Damkar Kota Salatiga, karena yang di perbatasan kita sinergikan. Intinya adalah saling bantu agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera mendapat solusi," kata Hisyam.Hisyam mengatakan, meski mendapat pelatihan secara berkala, tak jarang anggota Damkar memecahkan permasalahan secara otodidak."Satu regu kan tiga orang, kalau tidak bisa, anggota lain saling membantu dan terkadang caranya itu tak terduga, memecahkan persoalan secara otodidak," ungkapnya.


(prf/ega)