Pengelolaan Sampah di Saguling jadi Role Model Gerakan Ekologi Nasional

2026-01-12 03:58:54
Pengelolaan Sampah di Saguling jadi Role Model Gerakan Ekologi Nasional
BANDUNG BARAT, – Upaya menjaga ekologi Waduk Saguling sebagai sumber energi terbarukan mendorong PLN Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan (UBP) Saguling merancang sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang kini ditetapkan sebagai model nasional.Program “Saguling Berdaya” dinilai mampu menekan tekanan ekologis dari sampah rumah tangga hingga industri, sekaligus menjaga kualitas air waduk yang menjadi tumpuan pembangkitan listrik.Baca juga: Ikan KJA di Waduk Saguling dan Cirata Layak Konsumsi, Hasil Uji Lab Tak Ada MerkuriSenior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, menyebut program ini lahir dari kebutuhan mendesak menjaga ekosistem waduk sebagai bagian penting dalam rantai energi.“Pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu sampai hilir sangat penting untuk menjaga ekosistem waduk. Saguling Berdaya hadir sebagai solusi terintegrasi yang bisa direplikasi di wilayah lain,” ujar Doni.Di bagian hulu, program ini menghubungkan 26 bank sampah unit di wilayah Bandung Raya dalam satu sistem standar.Ribuan warga kini terlibat memilah sampah sejak sumbernya sehingga potensi pencemaran dari aliran Sungai Citarum dapat ditekan secara signifikan.“Ketika masyarakat terlibat sejak awal pengelolaan, manfaat lingkungan akan terasa lebih nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.Baca juga: Masuk Periode Bahaya, Pembudidaya Ikan di Saguling dan Cirata Diminta Henti OperasiPada tahap proses, sampah organik diarahkan ke budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF).Limbah organik yang selama ini mengendap di aliran sungai kini diolah menjadi pakan bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menggerakkan rantai ekonomi sirkuler melalui usaha ayam petelur.“Jika dikelola dengan benar, sampah dapat menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mengurangi beban lingkungan,” kata Doni.Upaya hilirisasi program tidak berhenti pada pengolahan. PLN IP UBP Saguling memperluas dampak ekologis lewat edukasi lingkungan di berbagai daerah, termasuk melalui Festival Citarum Harum, HPSN, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, serta program Waste Management Go To School.Sebanyak 32 SMP telah mendapat pembinaan mengenai pemilahan sampah, ekonomi sirkuler, hingga budidaya maggot.“Generasi muda adalah penjaga masa depan. Kesadaran yang dibangun hari ini menentukan kualitas lingkungan di masa depan,” tegas Doni.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adjie, menilai langkah PLN IP UBP Saguling tidak hanya menjaga ekosistem waduk, tetapi juga memperluas partisipasi publik dalam pengelolaan lingkungan.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN Indonesia Power UBP Saguling melalui Program Saguling Berdaya. Ini merupakan langkah luar biasa dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan sampah dan lingkungan,” ujar Ibrahim.Ibrahim menyebut program tersebut menjadi pionir integrasi pengelolaan sampah organik dan anorganik lintas wilayah.“PLN IP UBP Saguling menjadi perusahaan pertama yang menginisiasi model pengelolaan sampah terintegrasi dengan konsep pemberdayaan di wilayah KBB, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Cimahi. Ini merupakan inovasi pertama di Jawa Barat, bahkan di tingkat nasional," tutupnya. 


(prf/ega)