Angka Stunting di Jakarta Pusat Turun Jadi 3,1 Persen

2026-01-12 06:18:02
Angka Stunting di Jakarta Pusat Turun Jadi 3,1 Persen
JAKARTA, – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan, angka prevelensi stunting atau kekurangan gizi kronis di Jakarta Pusat menurun, dari 3,3 persen menjadi 3,1 persen."Sepanjang tahun ini secara maksimal kita upayakan, alhamdulillah di tahun ini terjadi penurunan dari 3,3 persen menjadi 3,1 persen," kata Arifin dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa .Meski mencatatkan penurunan, Arifin menilai capaian tersebut belum sepenuhnya optimal dan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan pada 2026.Baca juga: Pemprov DKI Pastikan Bundaran HI Tanpa Kantong Parkir Saat Tahun BaruKarena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menetapkan penanganan stunting sebagai salah satu fokus utama program kerja pada tahun depan."Ada beberapa yang belum secara maksimal bisa kita wujudkan. Ini menjadi PR tahun 2026 untuk bisa kita terus lakukan secara berkesinambungan, termasuk stunting ini," ucap Arifin.Arifin mengakui, berbagai tantangan di lapangan masih dihadapi selama proses penanganan stunting, sehingga hasil yang dicapai belum maksimal.Arifin menjelaskan, upaya penurunan angka stunting di Jakarta Pusat tak hanya dilakukan oleh Suku Dinas Kesehatan, tetapi juga kolaborasi lintas sektor yang membenahi lingkungan tempat tinggal.Menurut dia, sanitasi buruk dan lingkungan kumuh dapat menjadi salah satu faktor pemicu stunting yang dominan di wilayah padat penduduk, termasuk Jakarta Pusat.Baca juga: Tak Ada Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Margo City, Diganti Doa Bersama"Berupaya untuk bisa bersama-sama berkolaborasi untuk menurunkan masalah-masalah stunting tadi. Khususnya jajaran Sudin Perumahan, secara fokus terus menerus, dibantu Bina Marga, SDA, Pertamanan, dan lain-lain," kata Arifin.Ia mencontohkan peran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang turut berkontribusi menata kawasan permukiman padat agar menjadi lebih layak huni melalui program penghijauan."Termasuk Sudin Pertamanan yang membantu menata sebuah perkampungan yang awalnya kumuh, sekarang menjadi perkampungan yang layak dan sehat buat warganya," sambungnya.Penurunan angka stunting sebesar 0,2 persen tersebut dinilai Arifin sebagai langkah awal dalam upaya penanganan stunting di Jakarta Pusat.Ke depan, Arifin menetapkan penanganan stunting sebagai program prioritas berkelanjutan dalam rencana kerja tahun 2026.Baca juga: Pramono Minta Warga Gunakan Transum Saat Rayakan Malam Tahun Baru di Bundaran HIIa pun menginstruksikan seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat untuk terus berkontribusi menekan angka stunting."Selanjutnya kita terus fokus, kalau menurut data, (tahun) 2026 tentunya harus jadi tahun kita bisa tekan lagi kasus-kasus angka stunting yang ada di Jakarta Pusat," tutur Arifin.


(prf/ega)