Momen Haru di Pendopo Pati, Orangtua Bangga Saat Anak Disabilitas Unjuk Kebolehan...

2026-01-12 06:06:51
Momen Haru di Pendopo Pati, Orangtua Bangga Saat Anak Disabilitas Unjuk Kebolehan...
PATI, - Suasana haru mewarnai pentas seni yang digelar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pati dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu .Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga menjadi momen berharga bagi para orang tua yang selama ini mendampingi perjuangan panjang anak-anak mereka.Windi, salah satu orang tua siswa, mengaku bangga sekaligus terharu menyaksikan putrinya tampil percaya diri membawakan tarian di panggung utama Pendopo Kabupaten Pati.Baca juga: Keseruan Siswa SLB di Solo Rasakan Metode Pembelajaran lewat Teknologi Papan Interaktif DigitalBaginya, kesempatan ini adalah bukti bahwa anak disabilitas mampu menunjukkan kemampuan terbaik jika diberi ruang dan dukungan.“Pentas di Pendopo ini pertama kalinya untuk anak-anak SLB. Kami sangat bersyukur, apalagi Pak Bupati memberi perhatian. Dengan segala keterbatasan, kami melatih anak-anak sebaik mungkin. Rasanya bangga sekali melihat mereka tampil," ujar Windi penuh haru.Dengan adanya kegiatan ini, Windi berharap anak-anak disabilitas bisa dipandang lebih karena mempunyai bakat yang tidak jauh berbeda dengan lainnya."Semoga warga semakin mengenal bahwa anak disabilitas itu punya bakat,” harapnya.Baca juga: Pelajaran Hidup Sriati, 31 Tahun Mengabdi sebagai Guru SLB di SurabayaPentas seni HDI ini menampilkan berbagai pertunjukan mulai dari menyanyi, menari, telling story, hingga peragaan busana adat. Seluruh penampilan dibawakan oleh siswa dari jenjang SDLB hingga SMALB.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SLB Negeri Pati, Mumpuni Hartindjung Pudjiastuti, menyampaikan bahwa total ada 325 siswa dengan ragam disabilitas, Tuna Netra, Tuna Grahita, Tuna Daksa, hingga Autis yang terlibat dalam acara tersebut.“Semua anak dari tingkat kecil sampai SMA tampil. Ini bentuk bahwa keterbatasan bukan hambatan. Mereka mampu menunjukkan potensi luar biasa,” jelas dia.Baca juga: Kisah Isna Walidah, Ibu Guru SLB yang Sukses Bangun Kemandirian SiswanyaIa berharap masyarakat dapat menghargai karya dan kemampuan anak-anak disabilitas, bukan dengan rasa kasihan, tetapi dengan apresiasi yang sejati.“Kami ingin masyarakat melihat mereka mampu bersaing. Dan kami berharap pemerintah daerah terus memberi ruang bagi anak-anak disabilitas untuk tampil di ruang publik,” tambahnya.Bagi para orang tua seperti Windi, pentas seni ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah pengakuan atas kemampuan anak-anak mereka sekaligus langkah penting untuk membuka mata masyarakat bahwa setiap anak, apapun kondisinya, memiliki potensi yang layak dihargai.


(prf/ega)

Berita Terpopuler