Bukan Mitos, Stres Memicu Kerontokan Rambut Parah

2026-01-12 06:40:54
Bukan Mitos, Stres Memicu Kerontokan Rambut Parah
- Rambut rontok yang bisa menyebabkan kebotakan, ternyata seringkali didahului oleh tingkat stres yang tinggi.Selama ini, para ilmuwan kesulitan menunjukkan hubungan sebab-akibat yang meyakinkan antara stres dan kondisi autoimun ini.Kini, sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Cell berhasil menyambungkan titik-titik tersebut melalui serangkaian eksperimen pada tikus.Baca juga: Cegah Rambut Rontok dan Tipis, Ini Perawatan Penting di Usia 40anYa-Chieh Hsu, ahli biologi regeneratif dari Harvard University dan rekan penulis studi, menjelaskan motivasi di balik penelitian ini."Kami baru tahu sedikit tentang bagaimana stres membentuk kembali jaringan kita dan berkontribusi pada penyakit," kata kata Hsu dikutip dari Live Science.Tim peneliti melihat sel rambut sebagai model yang mudah diakses dan informatif untuk mempelajari bagaimana stres memengaruhi tubuh.Stres dapat memengaruhi sel rambut yang sedang tumbuh.Rambut tumbuh oleh sel yang bereproduksi dengan cepat, yang disebut hair follicle transit-amplifying cells (HF-TACs).Hsu dan rekan menduga HF-TACs sangat rentan terhadap stres.Untuk menguji hipotesis ini, peneliti menyuntik tikus dengan resiniferatoxin—bahan kimia serupa capsaicin (zat pedas pada cabai) yang mengaktifkan respons fight-or-flight.Dalam waktu 24 jam, tikus kehilangan 30 persen folikel rambutnya.Para peneliti mengamati bahwa wilayah kulit tikus yang mengalami kematian HF-TACs paling banyak diperkaya dengan serat saraf simpatik, yang mengontrol respons fight-or-flight."Memblokir sinyal melalui saraf ini menghentikan kerontokan rambut," catat studi tersebut.Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme spesifik mengapa saraf simpatik membunuh sel rambut:"Lonjakan kalsium mendadak merusak mitokondria ini," kata Hsu.


(prf/ega)