Polemik Penggantian Gembok Keraton Surakarta, Ini Tanggapan LDA dan Pihak Pakubuwono XIV Purbaya

2026-01-12 18:34:56
Polemik Penggantian Gembok Keraton Surakarta, Ini Tanggapan LDA dan Pihak Pakubuwono XIV Purbaya
- Penggantian gembok Keraton Surakarta yang dilakukan kubu Pakubuwono XIV Purbaya memicu masalah baru.Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mempertanyakan pembatasan akses masuk Museum Keraton Solo.Pembatasan tersebut diputuskan di tengah memanasnya konflik internal keraton terkait tahkta raja.Persoalan ini mencuat setelah sekitar 10 gembok pintu keraton diganti oleh pihak yang mendukung Pakubuwono XIV Purbaya.Situasi tersebut memperpanjang polemik kewenangan pengelolaan museum dan aset Keraton Kasunanan Surakarta.Baca juga: KGPH Mangkubumi Ungkap Hasil Pertemuan dengan Menteri Kebudayaan soal Keraton SoloDilansir dari TribunSolo.com, Gusti Moeng menegaskan dirinya memiliki hak masuk ke museum untuk menjalankan tugas adat sebagai Pengageng Sasana Wilapa.Ia menyebut jabatan tersebut telah diembannya sejak era Pakubuwono XIII dan hingga kini belum berakhir.“Saya jadi pengageng sasana wilapa 2004 sejak Bapaknya kami dudukkan sebagai pemangku adat. Sampai sekarang juga belum selesai. Jabatan saya dan bebadan belum selesai,” ungkap Gusti Moeng, Senin .Menurutnya, pembatasan akses tersebut tidak sejalan dengan tugas adat yang masih melekat pada dirinya dan lembaga yang dipimpinnya.Baca juga: Kronologi Insiden Penggembokan Pintu Keraton Surakarta dan Klarifikasi Pihak PB XIV HamengkunegoroSebelumnya, sekitar 10 gembok di Keraton Solo diganti oleh utusan Pakubuwono XIV Purbaya.Langkah itu memicu rencana LDA untuk mengganti kembali gembok-gembok tersebut.“Ya biar saja silakan diganti. Saya juga bisa mengganti nanti,” ungkap Gusti Moeng.Ia menilai tindakan penggantian gembok mencerminkan persoalan serius terkait penguasaan akses dan kunci-kunci keraton.Di sisi lain, pihak Pakubuwono XIV Purbaya mengaku telah mengirimkan surat permintaan akses kepada pihak Pakubuwono XIV Hangabehi.Karena tidak mendapat respons, mereka kemudian mengganti gembok untuk memperoleh akses langsung.


(prf/ega)