484 Kali Gempa Guncang Bengkulu Sepanjang 2025, BMKG Ungkap Penyebab Aktivitasnya Meningkat

2026-01-11 14:57:03
484 Kali Gempa Guncang Bengkulu Sepanjang 2025, BMKG Ungkap Penyebab Aktivitasnya Meningkat
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan di wilayah Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2025.Berdasarkan data terbaru, sejak Januari hingga 7 Desember 2025, telah terjadi 484 kali gempa bumi yang mengguncang berbagai wilayah di provinsi tersebut.Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Detalia Nurutami, mengungkapkan bahwa ratusan gempa yang tercatat memiliki rentang magnitudo beragam.Baca juga: Gempa M 5,0 Guncang Sumba Barat, BMKG: Pemicunya Deformasi Batuan Lempeng Samudera"Untuk gempa di wilayah Bengkulu tercatat sejak Januari sampai dengan saat ini sebanyak 484 kali kejadian gempa bumi," ujarnya di Kota Bengkulu, Minggu dikutip dari Antara.Sebagian besar gempa memiliki magnitudo antara 1,0 hingga 6,3 dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer dari dasar laut. KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Gempa bumi bermagnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Bengkulu pada Jumat dini hari mengakibatkan puluhan rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan.Menurut BMKG, beberapa wilayah di Bengkulu menjadi pusat aktivitas kegempaan. Daerah yang paling sering mengalami gempa antara lain Pulau Enggano di Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.Kawasan-kawasan ini berada pada zona patahan aktif sehingga sering merasakan getaran gempa dalam berbagai skala.Gempa berkekuatan magnitudo 6,3 tercatat sebagai yang terbesar terjadi pada Jumat, 23 Mei 2025, pukul 02.53 WIB. Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas deformasi di bawah kerak bumi atau intarslab.Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Guncang Sumba Barat NTT"Untuk gempa kali ini disebabkan oleh intarslab atau aktivitas deformasi di bawah kerak bumi. Pasca-gempa tersebut dirasakan hampir seluruh Provinsi Bengkulu dengan MMI III hingga VI," terang Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama, Muhammad Najib.Getaran kuat itu menyebabkan 248 rumah terdampak, dan 20 di antaranya mengalami kerusakan berat.Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Kharistian Hermansyah, menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga mengalami kerusakan cukup parah.Baca juga: Mengenal Depok Blind Thrust, Sesar Aktif di Selatan Jakarta yang Berpotensi Picu GempaDi Kota Bengkulu, terdapat dua sekolah, dua masjid, dua kantor camat, fasilitas umum, serta 192 rumah warga yang mengalami kerusakan.Sementara itu, di Kabupaten Bengkulu Tengah, kerusakan terjadi pada enam bangunan di Desa Nakau dan Desa Pondok Kubang, satu sekolah PAUD, dua sekolah dasar, serta satu SMK.


(prf/ega)