Mendikdasmen Usul Nama Pelajaran Bahasa Indonesia Diubah

2026-02-08 16:43:30
Mendikdasmen Usul Nama Pelajaran Bahasa Indonesia Diubah
JAKARTA, - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengusulkan nama mata pelajaran Bahasa Indonesia akan diubah menjadi Bahasa dan Sastra Indonesia.Mu'ti menuturkan, perubahan nama tersebut bertujuan untuk memastikan sastra turut diajarkan kepada murid-murid di sekolah."Kalau sekarang kan hanya menjadi Bahasa Indonesia. Untuk memastikan bahwa sastra diajarkan, mungkin bisa diusulkan namanya nanti pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia," kata Mu'ti di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu .Baca juga: 60 Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia"Mungkin bisa begitu, untuk memastikan bahwa sastra termasuk di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia," imbuh dia.Mu'ti menuturkan, usul tersebut belum dibahas secara mendalam di Kemendikdasmen.Namun, ia menyebutkan bahwa perubahan mata pelajaran itu bisa saja diatur dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas)."Mungkin, mungkin ya, saya juga belum membahas secara detail di internal. Tapi tadi saya sempat bicara singkat dengan Pak Wakil Menteri, yang kami tugasi untuk menyiapkan rancangan perubahan Undang-Undang Sisdiknas, mungkin nanti namanya diubah," ujar Mu'ti.Baca juga: Soal Pelajaran Bahasa Portugis, Mendikdasmen: Tergantung Kesiapan GuruDi samping itu, Kemendikdasmen juga tengah mengkaji pelajaran bahasa asing pilihan di luar Bahasa Inggris.Ia menyebutkan, ada sejumlah bahasa yang dapat diajarkan ke murid-murid sekolah, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Perancis, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, dan Bahasa Portugis."Kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya Bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak ya. Sekarang ini kan bahasa asing itu yang sudah wajib adalah Bahasa Inggris, dan mulai tahun 2027 itu kita mulai mengajarkan Bahasa Inggris kelas 3 SD. Tahun 2026 guru Bahasa Inggrisnya kita latih," kata Mu'ti.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-08 16:36