Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah Dinasti Medang dari Jawa Tengah ke Jawa Timur

2026-02-04 13:35:38
Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah Dinasti Medang dari Jawa Tengah ke Jawa Timur
- Kerajaan Mataram Kuno, yang juga disebut Kerajaan Medang, merupakan kerajaan Hindu yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8 dan kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10 Masehi.Simak penjelasan berikut untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Kerajaan Mataram Kuno!Baca juga: Sejarah Perpecahan Mataram Kuno hingga Penyatuannya KembaliKerajaan Mataram Kuno, juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang didirikan di Jawa Tengah pada abad ke-8. Pada abad ke-10, kerajaan ini memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur.Kerajaan Medang merupakan kelanjutan dari Wangsa Sanjaya di Jawa Tengah, kemudian pusat kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur. Pendiri pemerintahan baru ini adalah Mpu Sindok, pendiri Wangsa Isyana, yang menurunkan raja-raja Medang.Alasan Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram pada tahun 929 dari Jawa Tengah ke Jawa Timur diduga akibat letusan Gunung Merapi.Lokasi baru tersebut berada di Watugaluh, di tepi Sungai Brantas, yang kini berada di wilayah Kabupaten Jombang.Istilah Kerajaan Medang lebih lazim digunakan untuk menyebut periode Jawa Timur. Namun berdasarkan prasasti-prasasti, nama Medang sebenarnya sudah dikenal sejak periode Jawa Tengah.Untuk membedakan dengan Kerajaan Mataram Islam abad ke-16, Kerajaan Medang periode Jawa Tengah disebut sebagai Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu.Terdapat pula sumber sejarah yang menyebut pemindahan pusat kerajaan ke timur berkaitan dengan konflik antara Rakai Pikatan dan Balaputeradewa, yang kemudian memicu permusuhan panjang antara Kerajaan Jawa (Mataram Hindu) dan Sriwijaya.Sekitar tahun 929 M, Mpu Sindok memimpin perang gerilya di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Perang ini terjadi antara pasukan Mpu Sindok dan bala tentara Sriwijaya. Kemenangan Mpu Sindok membuatnya dinobatkan sebagai raja bergelar Sri Maharaja Mpu Sindok Sri Isyana Wikrama Dharma Tungga Dewa.Pada tahun 1016, Sriwijaya melakukan serangan balasan ke istana Watugaluh, dan Raja Dharmawangsa terbunuh. Serangan ini menandai runtuhnya Kerajaan Mataram (Medang).Baca juga: Mataram Kuno dan Sriwijaya: Pusat Perdagangan Masa Lalu NusantaraWikipedia/Midori Kompleks Candi DiengKerajaan Medang berakhir setelah tewasnya raja terakhir, Dharmawangsa Teguh. Kerajaan ini meninggalkan banyak candi bercorak Hindu maupun Buddha di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno:Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno:Baca juga: Masa Kejayaan Kerajaan Mataram KunoKerajaan Mataram Kuno berada dekat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas (periode Jawa Timur), yang menjadi jalur perdagangan sungai sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat.Sebagai kerajaan agraris, masyarakat Mataram Kuno banyak bergantung pada sektor pertanian. Wilayah yang subur serta adanya banyak sungai memungkinkan produksi komoditas pertanian melimpah, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi kerajaan.Kerajaan ini pernah diperintah oleh tiga dinasti berbeda dengan corak agama yang juga berbeda. Meski demikian, kerajaan mampu bertahan hingga tiga abad lamanya berkat kepemimpinan raja-raja yang arif dan bijaksana.Baca juga: 6 Peristiwa Penting Kerajaan Mataram KunoReferensi: 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-04 14:16