Daftar Fenomena Astronomi di Desember 2025 dan Waktunya

2026-01-15 13:07:57
Daftar Fenomena Astronomi di Desember 2025 dan Waktunya
Bulan Desember tahun ini akan menyajikan serangkaian fenomena langit yang menarik. Sebagai penutup tahun, langit akan dihiasi berbagai peristiwa astronomi mulai dari hujan meteor yang intens, bulan purnama, hingga titik balik matahari.Berdasarkan informasi yang dilansir kalender astronomi In The Sky, berikut daftar fenomena astronomi di bulan Desember 2025 tahun ini beserta keterangan peristiwa dan prakiraan waktu kejadiannya.Fenomena ini mencapai puncaknya pada 2 Desember 2025, membuka agenda langit Desember. Disarankan diamati setelah tengah malam hingga menjelang fajar, meskipun intensitasnya tidak setinggi hujan meteor utama, ini menarik sebagai penanda dimulainya musim pengamatan meteor akhir tahun.Langit akan diterangi Bulan Purnama Supermoon pada 5 Desember 2025, yang dikenal sebagai Cold Moon karena terjadi di awal musim dingin. Terjadi saat Bulan oposisi Matahari, momen ini menjadikan Bulan terlihat paling terang dan bulat sempurna, kesempatan baik mengamati Bulan tanpa alat canggih.Hujan meteor kembali terjadi dengan puncaknya Fi-Cassiopeid pada 6 Desember 2025, dinamai berdasarkan rasi bintang Cassiopeia sebagai titik radiantnya. Pengamatan optimal dilakukan di malam hari dengan menjauhi polusi cahaya perkotaan, meskipun intensitasnya tergolong rendah.Rangkaian hujan meteor berlanjut dengan puncaknya Puppid-Velid pada 7 Desember 2025, yang merupakan gabungan dari dua rasi bintang di belahan langit selatan, Puppis dan Vela. Pengamat di Indonesia memiliki peluang baik untuk menyaksikan fenomena ini karena posisi geografisnya yang strategis di khatulistiwa.Puncak Hujan Meteor Monocerotid terjadi pada 9 Desember 2025, dinamai dari rasi bintang Monoceros. Hujan meteor ini dikenal karena sifatnya yang tak terduga, di mana ia dapat memunculkan ledakan singkat aktivitas yang intens, menjadikannya tantangan menarik bagi pengamat.Hujan Meteor Sigma-Hydrid mencapai puncak aktivitasnya pada 12 Desember 2025, dengan radiant yang berasal dari rasi bintang Hydra. σ-Hydrid menampilkan intensitas sedang dan dapat diamati dengan mencari area terbuka yang menghadap ke arah rasi bintang asalnya.Peristiwa paling dinanti adalah puncak Hujan Meteor Geminid pada 14 Desember 2025, yang diakui sebagai salah satu hujan meteor terbesar dan paling konsisten. Geminid unik karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon, dan intensitas tingginya menjanjikan pertunjukan visual yang mengagumkan bagi pengamat.Dua hari setelah Geminid, Comae Berenicid mencapai puncaknya pada 16 Desember 2025, dengan titik asal di rasi bintang Coma Berenices. Hujan meteor ini memiliki intensitas rendah dan memerlukan kondisi langit sangat gelap serta kesabaran tinggi dari pengamat.Menjelang akhir tahun, Leonis Minorid mencapai puncak pada 20 Desember 2025, yang berasal dari rasi bintang Leo Minor. Hujan meteor ini memiliki intensitas rendah dan menjadi penanda bahwa Solstis semakin dekat, sehingga pengamat harus mencari lokasi yang benar-benar gelap.Fenomena penting berikutnya adalah Solstis atau Titik Balik Matahari pada 21 Desember 2025, saat Matahari mencapai posisi paling selatan di langit. Peristiwa ini menandai dimulainya musim dingin astronomi di belahan Bumi Utara dan musim panas di belahan Bumi Selatan, berdampak pada durasi siang dan malam.Rangkaian hujan meteor ditutup dengan Ursid yang berpuncak pada 22 Desember 2025, berasal dari rasi bintang Ursa Minor. Karena radiantnya dekat kutub utara, pengamatan terbaik biasanya dilakukan di belahan Bumi Utara, meskipun pengamat di wilayah Indonesia bagian utara mungkin masih dapat mengamati sebagian aktivitasnya.Simak juga Video: Alasan Supermoon 5 November Jadi yang Terbesar di 2025[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 12:02