Bank Muamalat Tak Operasikan Kantor Cabang Selama Libur Nataru

2026-01-15 05:41:50
Bank Muamalat Tak Operasikan Kantor Cabang Selama Libur Nataru
JAKARTA, - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tidak mengoperasikan seluruh kantor cabangnya selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), tepatnya pada pada 25-26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026. Sementara kantor cabang Bank Muamalat di Kuala Lumpur, Malaysia tetap beroperasi pada 26 Desember 2025. Meski demikian, Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, nasabah tetap dapat melakukan layanan perbankan melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN.Baca juga: Jadwal Operasional Bank Mandiri Saat Nataru 2025/2026 Pasalnya, pada periode Nataru biasanya terjadi lonjakan aktivitas ekonomi, baik untuk perjalanan wisata, belanja, membayar sewa penginapan dan kendaraan, hingga hiburan.Peningkatan transaksi nasabah akan lebih banyak terjadi pada transaksi digital. "Muamalat DIN memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi dengan mudah selama liburan, mulai dari pembayaran, pembelian, atau transfer. Terbaru, nasabah juga sudah bisa top up e-money via Muamalat DIN. Semuanya bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke kantor cabang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu . Baca juga: Bank Muamalat Hadirkan Layanan Digital KPR Lewat kprhijrah.id Dia melanjutkan, Bank Muamalat terus berupaya mendukung gaya hidup digital masyarakat termasuk selama periode libur akhir tahun. Oleh karena itu, bank syariah ini terus menghadirkan inovasi pada fitur-fitur di Muamalat DIN agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah. Terlebih, lebih dari 90 persen transaksi nasabah kini telah dilakukan melalui kanal-kanal digital Bank Muamalat. Muamalat DIN telah menghadirkan lebih dari 250 fitur yang dirancang untuk menunjang berbagai kebutuhan transaksi nasabah dalam satu aplikasi. Hingga November 2025, jumlah transaksi Muamalat DIN tumbuh 18,7 persen (yoy) dan Muamalat DIN juga telah diunduh lebih dari satu juta kali pada periode yang sama. "Kami ingin Muamalat DIN menjadi solusi lengkap, praktis, dan aman untuk seluruh nasabah, baik untuk memfasilitasi transaksi finansial maupun nonfinansial," tuturnya.Baca juga: Maruf Amin Ungkap Kondisi Bank Muamalat Menurun, Beri Saran ini Supaya Sehat Lagi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 04:41