BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat pada 6-12 Desember di Jabar, Terutama Bandung Raya

2026-02-01 15:25:15
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat pada 6-12 Desember di Jabar, Terutama Bandung Raya
BANDUNG, - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, wilayah Bandung Raya dan sekitarnya di Jawa Barat akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode 6-12 Desember 2025.Dalam prakiraan tersebut, BMKG mencatat, sejumlah daerah, termasuk Bekasi, Bogor, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Sumedang, dan Ciamis, berpotensi menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.Untuk kawasan Bandung Raya, yakni Bandung, Cimahi, Bandung Barat, dan Sumedang, BMKG memprediksi kondisi cerah berawan pada pagi hari.Baca juga: Berpotensi Longsor Susulan, Badan Geologi Minta Warga Arjasari Bandung MengungsiMemasuki siang, sore, dan malam berpotensi hujan sedang hingga lebat, dengan suhu berkisar antara 19-32 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 50-94 persen."Bandung Raya pada umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, berpotensi hujan ringan, sedang, hingga lebat antara siang, sore, dan malam hari," tambah Ayu, Senin . Ayu juga menjelaskan, dinamika atmosfer global menunjukkan beberapa fenomena yang memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.Nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat 7,2, Indeks Dipole Mode (IOD) berada pada -0,46, serta nilai El Niño-Southern Oscillation (ENSO) di angka -0,96, yang semuanya berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif.Selain itu, terdapat gelombang Rossby ekuatorial, belokan angin, dan konvergensi yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.Dari sisi regional, perairan Jabar menunjukkan anomali suhu permukaan laut yang hangat, dengan kelembapan udara mencapai 60-95 persen, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan awan konvektif.Oleh karena itu, BMKG memprediksi bahwa secara umum, cuaca akan cerah berawan hingga berawan pada pagi dan siang hari, dengan potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari.Ayu mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.Masyarakat yang tinggal di daerah bertopografi curam diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama saat hujan turun berturut-turut."Untuk daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, dapat memulai membersihkan sungai dari sampah dan sedimentasi sehingga aliran air sungai menjadi lancar," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-01 14:21