Cibeunying Masih Rawan Longsor, Taj Yasin Ingatkan Warga Tak Lihat Pengangkatan Korban dari Tebing

2026-02-05 06:25:53
Cibeunying Masih Rawan Longsor, Taj Yasin Ingatkan Warga Tak Lihat Pengangkatan Korban dari Tebing
SEMARANG, - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengingatkan warga agar tidak menyaksikan proses pencarian korban tanah longsor dari atas lereng tebing.Hal ini disebabkan lokasi tersebut masih berisiko mengalami longsor jika hujan terus terjadi.Yasin meminta petugas lapangan untuk memberikan batas yang jelas guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.Pernyataan ini disampaikan Yasin saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Minggu .Baca juga: Ahmad Luthfi Minta Cilacap Siapkan Lahan 3,5 hektare untuk Relokasi Korban Longsor Cibeunying"Saya tadi lihat di atas masih banyak masyarakat yang melihat. Ini juga berbahaya, makanya saya tadi menginstruksikan kalau bisa (melihat) di bawah," kata Yasin dalam keterangan tertulis.Imbauan tersebut disampaikan Yasin setelah melihat tebing yang tidak stabil di sekitar lokasi longsor, yang masih rawan bencana.Proses pencarian korban hilang masih berlangsung intensif dengan menggunakan alat berat."Dari pantauan memang kita butuh kerja keras. Masih ada beberapa warga yang tertimbun itu kita cari. Kita nggak tahu tertimbunnya di mana, ini yang kawan-kawan dari Basarnas, BPBD, dan masyarakat saat ini sedang mencari. Doakan saja semoga segera ditemukan," imbuhnya.Baca juga: Update Minggu Sore Korban Longsor Cibeunying Cilacap: 13 Meninggal, 10 HilangLebih lanjut, Yasin menjelaskan bahwa area atas lereng atau tebing bekas longsor masih menunjukkan beberapa retakan, pecahan, dan sigaran tanah.Retakan tersebut memiliki potensi longsor, sehingga dapat berbahaya jika masyarakat duduk atau berdiri di titik tersebut."Itu memang masih ada pergerakan-pergerakan, artinya ini masih potensinya masih. Maka saya ingatkan kepada masyarakat untuk hati-hati. Kalau bisa sih jangan sampai ke atas ya," imbaunya.KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Alat berat dikerahkan dalam pencarian korban hilang longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu .Yasin juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal maupun hilang, serta warga terdampak lainnya.Dia berharap agar 12 korban hilang dapat segera ditemukan oleh tim gabungan.Baca juga: Beri Bantuan Rp 400 Juta, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Relokasi dan Recovery Korban Longsor Cilacap"Saya mengucapkan belasungkawa kepada masyarakat, kepada keluarga terkhusus yang terdampak secara langsung atau yang memiliki keluarga terdampak," katanya.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menginstruksikan kepada kepala desa dan camat untuk berkoordinasi dengan petugas lapangan dalam mengevakuasi masyarakat yang masih bertahan di sekitar lokasi longsor.Ia meminta kepada kepala desa, camat, serta Danramil dan Kapolsek untuk segera mengevakuasi warga yang berada di lokasi rawan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 05:49