CILEGON, - Sudah sepekan kasus kematian MAMH (9), anak anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman, belum menemui titik terang siapa pelakunya. Hingga kini, identitas eksekutor di balik tewasnya bocah kelas IV SD tersebut masih misterius."Kami masih bekerja, kami masih mendalami untuk mengungkap siapa pelakunya. Mohon doanya agar segera terungkap," kata Kepala Seksi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin .Sigit mengaku, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon mendapat bantuan penyidikan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk mengungkap secara terang benderang kasus pembunuhan tersebut.Terkait indikasi pelaku merupakan orang dekat, Sigit belum bisa memastikannya karena proses pendalaman masih terus berjalan.Baca juga: Analisis Pakar, Anak Maman Suherman Bukan Target Utama Pembunuhan di CilegonTermasuk mengenai informasi adanya pemberhentian 7 orang pegawai oleh ayah korban sebelum kejadian, polisi belum memberikan jawaban pasti."Saya belum tahu (kalau ada pemecatan pegawai), penyidik masih mendalami," kata Sigit.Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengungkapkan, penyidik sudah mendapatkan titik terang bahwa kasus kematian siswa SD Al Azhar tersebut adalah murni pembunuhan.Saat ini, penyidik tengah melakukan langkah-langkah penyidikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berpedoman pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)."Kita tidak bisa hanya mengejar apa yang menjadi keterangan sesaat dari warga ataupun siapapun. Tapi kita harus uji secara eksaknya untuk proses penyidikan ini dengan baik," kata Martua.Pemeriksaan forensik menjadi bagian penting dalam proses penyidikan ini untuk mengumpulkan bukti objektif dan melengkapi keterangan saksi melalui metode crime scene investigation."Jadi, bagaimana basis-basis elektronik, basis-basis ilmiah harus kita mendapatkan semaksimal mungkin," ujar Martua.Sebelumnya, Martua menampik anggapan bahwa penyidik kesulitan mengungkap pelaku karena rekaman CCTV di dalam rumah dalam kondisi mati."Enggak juga, sih. Enggak juga kesulitan. Meskipun CCTV itu mati di dalam rumah, tapi kami insya Allah bisa berupaya maksimal dalam mengungkap perkara ini. Mohon dukungan doanya," ujar Martua.Sebanyak 19 luka tusukan dan tiga bekas kekerasan benda tumpul ditemukan di tubuh MAHM (9), anak dari dewan pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Luka itu ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit."Total ada 22 luka, terdiri dari 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul," kata Sigit melalui telepon, Kamis .
(prf/ega)
Sepekan Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon, Eksekutor Masih Misterius...
2026-01-12 16:56:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:31
| 2026-01-12 16:31
| 2026-01-12 16:31
| 2026-01-12 15:28
| 2026-01-12 15:28










































