Kemenkes Kirim Tiga Orang ke Papua untuk Usut Kasus Ibu Hamil Ditolak 4 RS

2026-01-12 06:20:52
Kemenkes Kirim Tiga Orang ke Papua untuk Usut Kasus Ibu Hamil Ditolak 4 RS
JAKARTA, - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan, pihaknya mengirim tiga orang tim ke Papua untuk mengusut kasus ibu hamil bernama Irene Sokoy, yang ditolak empat rumah sakit saat akan melahirkan."Tim dari tim Kemenkes, tiga orang, dari hasilnya apa, kita bisa tahu nanti," kata Ben, usai agenda Sinergi dalam Menjaga Mutu dan Konferensi Tenaga Media dan Tenaga Kesehatan, di The Grand Platinum Hotel, Jakarta Pusat, Selasa .Ben memastikan, pemerintah bakal memberikan sanksi tegas jika memang ditemukan kelalaian dari pihak rumah sakit dalam kasus tersebut.Oleh sebab itu, tim investigasi diturunkan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya Irene.Baca juga: Prabowo Tanya ke Mendagri, Mengapa Duit Pemda Rp 203 Triliun Masih Mengendap di Bank"Ya pasti dong (kena sanksi), Pak Presiden saja sudah manggil, tanya kenapa bisa terjadi. Maka kita melakukan investigasi dan itu kewajiban Kementerian Kesehatan menginvestigasi kenapa kok bisa," ujar dia.Ben mengungkapkan, akses masyarakat ke fasilitas kesehatan di Papua memang belum memadai.Ia membandingkan standar waktu tempuh menuju sarana kesehatan antara Pulau Jawa dan Papua."Orang datang ke Sarana Kesehatan kurang dari 2 jam di Jawa itu, harus kurang dari dua jam itu di Jawa 99 persen. Di Papua masih 70 persen, ada uang 30 persen, daerah yang lebih dari 2 jam," ujar dia."Nah, itu yang menjelaskan risiko meninggal pada pasien-pasien yang membutuhkan kecepatan pelayanan ke Sarana Kesehatan," tambah Ben.Baca juga: Mendagri Minta Gubernur Papua Bantu Keluarga Wanita Hamil yang Meninggal akibat Ditolak 4 RSSebelumnya diberitakan, seorang ibu di Papua, Irene Sokoy, meninggal pada Senin pukul 05.00 WIT, setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura, hingga RS Bhayangkara tanpa mendapatkan penanganan memadai.Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang juga mertua almarhum, menceritakan bahwa Irene mulai merasakan kontraksi, pada Minggu siang.Keluarga membawanya menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari.Namun, kondisi Irene yang memburuk tidak segera ditangani karena dokter tidak ada di tempat dan pembuatan surat rujukan pun sangat lambat."Pelayanan sangat lama. Hampir jam 12 malam surat belum dibuat," ujar Abraham.Keluarga kemudian membawa Irene ke RS Dian Harapan dan RSUD Abepura, namun kembali tidak mendapat layanan.


(prf/ega)