Air Hujan di Semarang Mengandung Mikroplastik, Warga Harus Waspada

2026-01-12 04:49:57
Air Hujan di Semarang Mengandung Mikroplastik, Warga Harus Waspada
SEMARANG, - Air hujan di Kota Semarang ditemukan mengandung mikroplastik.Temuan ini berasal dari observasi ECOTON Foundation atau Ecological Observation and Wetland Observation pada sampel air hujan di Jalan MT Haryono, Selasa malam.Pendiri ECOTON, Prigi Arisandi, menyebut Semarang menjadi salah satu daerah dengan tingkat pencemaran mikroplastik tertinggi di Indonesia."Jadi kita dari Juni kita meneliti dengan SIEJ total 18 kota di Indonesia dan kita menemukan Semarang itu nomor 4 yang memiliki sekitar 13 sampai 14 partikel mikroplastik di udaranya," tutur Prigi usai talkshow bahaya mikroplastik di Rumah Pohan, Kota Lama Semarang.Baca juga: Mikroplastik di Air Hujan hingga Pakaian, Produsen Didesak Ikut Tanggung JawabMikroplastik adalah serpihan plastik berukuran sangat kecil, umumnya kurang dari 5 milimeter, yang berasal dari pecahan sampah plastik, gesekan serat sintetis, hingga residu pembakaran sampah.Karena ukurannya amat kecil, partikel ini mudah terbawa angin, hujan, dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernapasan maupun air minum.Prigi memaparkan temuan terbaru dari sampel satu liter air hujan yang diambil di kawasan Mataram atau Jalan MT Haryono, Kecamatan Semarang Tengah."Di Mataram ya air hujannya itu mengandung sekitar 44 partikel mikroplastik, 32 jenis fiber, 11 jenis filamen," bebernya.Baca juga: Mikroplastik Ancam Ibu Hamil, Ini 3 Jalur Utama Partikel Masuk Air KetubanMenurut Prigi, hasil ini penting menjadi pengingat bagi warga Semarang untuk mewaspadai kontaminasi mikroplastik yang bisa masuk ke tubuh dan memicu gangguan kesehatan."Ini harus dijadikan warning bagi masyarakat di Semarang. Satu, jangan bakar ee sampah, kemudian kurangi penggunaan sampah plastik. Kemudian yang ketiga adalah jangan mangap saat hujan. Karena hujan akan masuk dalam tubuh kita," imbaunya.Prigi menjelaskan sejumlah riset telah membuktikan dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia, termasuk temuan partikel plastik pada organ tubuh yang sangat sensitif."Kita tidak ingin itu masuk dalam otak kita. Jadi, himbauan kami perlu upaya atau effort dari masyarakat untuk menjaga dirinya. Apalagi kita juga menemukan di dalam tubuh, ini terbaru ya di Jawa Timur, kita meneliti di ketuban mengandung mikroplastik," ungkapnya.Baca juga: Surabaya dalam Ancaman Hujan MikroplastikKontaminasi jangka panjang disebut dapat berdampak pada menurunnya kemampuan kognitif dan menimbulkan gangguan kesehatan lainnya."Jadi efeknya tidak hanya di otak tapi di ketuban, di tempat yang paling aman bagi manusia yaitu rahim sudah terkontaminasi mikroplastik, maka harus dimulai gerakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," imbaunya.Lebih lanjut, ECOTON juga meneliti lima lokasi di Solo dan Boyolali, dan ditemukan kandungan mikroplastik."Tapi memang tidak mengherankan karena udaranya sudah kotor. Karena perilaku tadi 56 persen pengolahan sampah kita sudah dibakar, orang itu punya hobi bakar sampah plastik," tuturnya.


(prf/ega)