Murid SD di Pekanbaru Meninggal Diduga Di-Bully, Wali Kota Turun Tangan

2026-01-13 09:49:55
Murid SD di Pekanbaru Meninggal Diduga Di-Bully, Wali Kota Turun Tangan
PEKANBARU, - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, turun tangan atas peristiwa seorang murid SD berinisial MAR (13) yang meninggal dunia diduga akibat bullying.Agung bersama istrinya melayat ke rumah duka pada Minggu malam.Selain menyampaikan belasungkawa, Agung juga ingin memastikan dan mengecek langsung kondisi yang terjadi."Saya habis maghrib datang ke rumah duka, setelah mendapat laporan ada anak meninggal. Warga kalau ada yang meninggal atau sakit, saya membiasakan untuk datang," ujar Agung saat diwawancarai wartawan di Pekanbaru, Senin .Baca juga: Murid SD di Pekanbaru Meninggal Diduga Akibat BullyingAgung menyatakan, pemerintah siap membantu apa yang dibutuhkan keluarga korban.Namun, penyebab kematian korban sejauh ini belum diketahui, apakah karena bullying atau tidak."Dari cerita ibunya, anak tersebut sebelumnya didiagnosis penyakit jantung saat berobat di Rumah Sakit PMC Pekanbaru, meski tidak ada keturunan penyakit jantung," sebut Agung.Pemerintah melalui Dinas Pendidikan akan melakukan penelusuran terhadap penyebab kematian korban.Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, saat dikonfirmasi Kompas.com terkait dugaan bullying ini, belum menjawab.Baca juga: Pesan Murid SD ke Ibunya Sebelum Meninggal Diduga karena Bullying di PekanbaruDiberitakan sebelumnya, murid kelas VI SDN 108 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, meninggal dunia diduga akibat di-bully, Minggu .Korban berinisial MAR meninggal dunia usai diduga di-bully di sekolahnya.Pihak keluarga telah menunjuk kuasa hukum dari Tim Advokat Pejuang Keadilan (Tapak) Riau untuk mengusut kasus ini secara hukum."Awalnya keluarga korban tidak ingin mengangkat persoalan ini, apalagi sampai menunjuk kuasa hukum," ujar kuasa hukum keluarga korban, Suroto, saat diwawancarai wartawan di Pekanbaru, Minggu.Setelah mendapat masukan bahwa kejadian ini perlu diangkat agar ada evaluasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru, pihak keluarga korban bersedia.Pihak kuasa hukum memberikan bantuan hukum tanpa dipungut biaya sepeser pun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-13 09:05