Perbaikan Infrastruktur hingga Rumah Warga Sumatera Dilakukan Usai Tahap Darurat Krisis

2026-01-11 22:41:11
Perbaikan Infrastruktur hingga Rumah Warga Sumatera Dilakukan Usai Tahap Darurat Krisis
JAKARTA, - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, perbaikan infrastruktur hingga rumah hunian warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera akan dilakukan usai tahap darurat krisis.Tito menuturkan, saat ini, semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, masih melakukan upaya evakuasi terhadap para korban."Kalau untuk masalah pemulihan yang di Sumatera, sekarang ini kan lagi dalam tahap darurat krisis ya. Yang paling utama itu kan ada step-stepnya," kata Tito, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa .Pada tahap darurat krisis ini, fokus utamanya adalah terhadap para korban, baik pencarian korban yang masih hilang maupun bantuan untuk korban selamat di pengungsian.Baca juga: Banjir Sumatera, Mendagri Tito Sebut Beberapa Jembatan Masih Putus hingga Daerah TerisolirSetelahnya, pemulihan infrastruktur akan dilakukan pemerintah."Baru nanti dilakukan, infrastruktur dulu, terutama jalan. Jalan-jalan dan jembatan yang roboh serta yang longsor itu sekarang lagi dalam tahap paralel, berjalan bergerak," imbuh dia.Lebih lanjut, rumah hunian warga juga akan diperbaiki.Jika tidak memungkinkan dilakukan perbaikan, akan dipindahkan sementara."Berikutnya lagi baru hunian, hunian rumah masyarakat yang ada yang bisa diperbaiki, ada yang memang tidak bisa diperbaiki harus dipindahkan ke hunian sementara, disiapkan hunian sementara, setelah itu baru hunian tetap," ucap Tito.Baca juga: Mendagri Minta Pemda Gandeng Kadin untuk Perkuat Ekosistem Usaha di Daerah"Sambil paralel dengan itu juga fasilitas-fasilitas publik lainnya yang penting dengan segala prioritas itu dikerjakan dulu, gedung perkantoran misalnya, gedung-gedung olahraga itu termasuk dalam prioritas berikutnya," sambung dia.Tito menegaskan, pihaknya akan melakukan pendataan di tiga provinsi yang terdampak bencana, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.Setelah didata, tentu akan ditetapkan daerah mana yang diperbaiki oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat."Kita pasti akan melakukan pendataan di tiga provinsi, semua bupati dan wali kota juga akan melakukan pendataan mana yang bisa ditangani oleh mereka, mana yang perlu di-backup oleh provinsi, mana yang perlu di-backup langsung oleh pemerintah pusat," ujar dia.Sebagai informasi, ratusan orang masih hilang akibat bencana yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Baca juga: Mendagri Paparkan Skema Penyaluran Beras Bulog bagi Daerah Terdampak BencanaJumlah korban meninggal dunia juga terus bertambah. Terbaru, datanya mencapai 604 orang.Penambahan jumlah korban jiwa tersebut diketahui berdasarkan data di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin , yang ter-update pada pukul 17.00 WIB."Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa," tertulis data di situs Pusat BNPB, dikutip Senin.


(prf/ega)