RT 9 Lingkar Selatan Jadi Pilot Project Program 100 Juta Per RT di Kota Jambi

2026-01-15 04:34:06
RT 9 Lingkar Selatan Jadi Pilot Project Program 100 Juta Per RT di Kota Jambi
KOTA JAMBI, JAMBI - Program 100 juta per RT yang digagas Wali Kota Jambi, Maulana, mulai menunjukkan dampak positif bagi masyarakat.Salah satu lokasi yang merasakan manfaat tersebut adalah RT 9 di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, yang ditetapkan sebagai pilot project dalam tahap awal pelaksanaan program.Ketua RT 9, Muhammad Zamroni, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan beberapa pembangunan yang menjadi kebutuhan warga, seperti perbaikan drainase dan infrastruktur jalan lingkungan."Ada kegiatan yang pertama drainase tertutup itu panjangnya kurang lebih 87 meter, jalan beton panjang 13 meter, lebar 1 meter, kemudian ada drainase terbuka itu sepanjang 28 meter, kami juga menerima alat-alat olahraga," ungkap Zamroni saat ditemui di lokasi, Minggu .Baca juga: Kisah Pak Uban, 35 Tahun Menjaga Makam di Jambi sebagai Ladang PahalaZamroni menambahkan, penunjukan RT 9 sebagai pilot project membuat warga sangat antusias.Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengusulkan perbaikan fasilitas yang selama ini dibutuhkan masyarakat.Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa program kampung bahagia atau 100 juta per RT berjalan dengan baik, mulai dari pembentukan Pokja bahagia, musyawarah, penyusunan proposal, hingga tahap pelaksanaan."Ini sebuah program yang menurut saya memberikan manfaat besar dan langsung dirasakan, serta mempunyai daya ungkit, penurunan kenakalan remaja, dengan adanya olahraga bisa menurunkan geng motor dan lain-lain," ujarnya.Dukungan terhadap program ini juga datang dari DPRD Kota Jambi.Baca juga: Pilih Aku atau Dia, Tragedi Pedagang di Jambi Bunuh Teman Dekat Istri di Depan MataWakil Ketua DPRD Kota Jambi, Naim, memastikan bahwa pada tahun 2026, alokasi 100 juta per RT akan direalisasikan secara menyeluruh untuk seluruh RT di Kota Jambi."Kota Jambi menjadi daerah pertama yang menganggarkan dana sebesar itu untuk setiap RT.""Akan menjadi contoh untuk kabupaten/kota se-Indonesia, karena baru Kota Jambi yang menganggarkan per RT Rp 100 juta, di Palembang dan kabupaten lain cuma 50 (juta)," ujarnya.Saat ini, terdapat 67 RT yang menjadi pilot project.Mulai 2026, program 100 juta per RT akan diterapkan secara penuh di seluruh 1.650 RT se-Kota Jambi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-15 03:35