MANOKWARI, - Ratusan warga di Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, hingga saat ini masih berada di wilayah pengungsian.Mereka mengungsi pasca-serangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menewaskan Praka Amin Nurrohman pada Oktober lalu.Baca juga: Praka Amin Gugur dalam Baku Tembak, Senjata Direbut OPMPemerintah Daerah Teluk Bintuni menyikapi hal itu dengan membentuk sekolah darurat bagi siswa dari Distrik Moskona Utara, Moskona Utara Jauh, dan Distrik Moskona Barat.Sekolah disediakan mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).Sekolah darurat tersebut mulai dibuka di SD Negeri 2 Kali Kodok, Distrik Bintuni, pada Selasa .Wakil Bupati Joko Lingara mengatakan, pembukaan sekolah darurat merupakan bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga hak pendidikan anak-anak di wilayah zona konflik.Ia berharap program ini dapat membantu mengurangi dampak negatif pasca-insiden keamanan terhadap pendidikan, sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa dan guru.Baca juga: Pasukan Kodam Kasuari Buru 5 Anggota OPM Pembunuh Praka Amin di Teluk Bintuni"Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sekolah darurat ini," kata dia."Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung dan memberikan perlindungan maksimal agar kegiatan proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik," ungkap Joko Lingara.Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Teluk Bintuni, Henry D Kapuangan pun memberikan penjelasan mengenai kebijakan ini.Dia mengatakan, sekolah darurat dibentuk untuk memastikan kelangsungan proses belajar-mengajar bagi siswa, hingga keamanan di wilayah tersebut kondusif.Henry mengaku, Disdikpora telah menyiapkan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai agar kualitas pendidikan tetap terjaga, meskipun dalam situasi darurat."Sekolah darurat ini menjadi solusi sementara agar anak-anak tetap dapat belajar dengan aman dan nyaman."Kami juga mengerahkan tenaga pengajar dari berbagai tingkatan untuk mendukung program ini," ujar dia.
(prf/ega)
Ratusan Warga Teluk Bintuni Masih Mengungsi Pasca Serangan OPM, Sekolah Darurat Dibuka
2026-01-12 04:10:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:46
| 2026-01-12 03:24
| 2026-01-12 03:07
| 2026-01-12 02:45
| 2026-01-12 02:33










































