Pemkab Bandung Pastikan Pasokan Pangan Aman meski Bergantung dari Luar Daerah

2026-01-12 06:41:14
Pemkab Bandung Pastikan Pasokan Pangan Aman meski Bergantung dari Luar Daerah
BANDUNG, - Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan ketersediaan pasokan pangan, khususnya komoditas hortikultura dan hasil pertanian, berada dalam kondisi aman.Meski sebagian kebutuhan masyarakat masih dipenuhi dari luar daerah, hingga kini tidak ada komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kelangkaan.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Dicky Anugerah mengatakan, pasokan komoditas pertanian memang tidak seluruhnya berasal dari produksi lokal.“Untuk pasokan komoditas hortikultura atau pertanian memang tidak sepenuhnya dari Kabupaten Bandung. Ada beberapa yang masuk dari luar daerah,” ujar Dicky saat ditemui di kantornya, Rabu .Baca juga: Dedi Mulyadi kepada Farhan: Teras Cihampelas Bongkar Saja, Tidak Ada Pilihan!Salah satu contohnya adalah komoditas bawang. Bawang Brebes masih banyak masuk ke Kabupaten Bandung karena permintaan konsumen yang cukup tinggi.Hal ini berbeda dengan bawang lokal Kabupaten Bandung, yakni bawang Batu, yang memiliki karakteristik dan kualitas berbeda.Padahal, Kabupaten Bandung memiliki sentra bawang Batu unggulan di wilayah Arjasari, Cimaung, dan Cimenyan. Produksi bawang Batu dari wilayah tersebut juga telah disuplai ke luar Kabupaten Bandung.Namun demikian, kebutuhan pasar terhadap bawang Brebes masih cukup besar.“Kemungkinan karena bawang Brebes lebih cepat kering, lebih garing, cocok untuk kebutuhan restoran, atau aromanya berbeda,” kata Dicky.Selain bawang, komoditas lain seperti telur juga masih disuplai dari luar daerah. Meski Kabupaten Bandung memiliki peternak lokal, pasokan dari dalam daerah dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.Menurut Dicky, Kabupaten Bandung tidak dapat hanya mengandalkan pasokan dari kelompok tani maupun produsen peternakan lokal. Tanpa dukungan suplai dari luar daerah, kebutuhan masyarakat dikhawatirkan tidak akan tercukupi.Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, Disperdagin Kabupaten Bandung secara rutin melakukan pemantauan di lapangan.Dicky menjelaskan, pihaknya tergabung dalam Satuan Tugas Pangan serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Bandung yang diketuai oleh Sekretaris Daerah.“Kami ditugaskan untuk terus memantau perkembangan harga di lapangan, sekaligus memastikan stabilisasi dan ketersediaan pasokan,” ujar dia.Jika ditemukan adanya kenaikan harga pada komoditas tertentu, Satgas Pangan akan turun langsung untuk mengevaluasi penyebabnya, mulai dari rantai pasok yang terlalu panjang hingga keterbatasan produksi.“Satgas Pangan akan melihat apakah kenaikan itu disebabkan oleh distribusi, rantai pasok, atau memang produksinya yang terbatas,” kata Dicky.Ia menambahkan, hingga saat ini produksi komoditas pangan masih relatif sama seperti sebelumnya. Namun, kebijakan tertentu telah mendorong peningkatan permintaan sehingga berdampak pada dinamika suplai di pasaran.“Produksi masih sama, tapi permintaan bertambah. Itu yang terus kami pantau,” ujar Dicky.Dicky menegaskan, meski terjadi dinamika harga pada beberapa komoditas, kondisi pasokan pangan di Kabupaten Bandung tetap aman dan terkendali.


(prf/ega)